Ketika Hasutan Mengalahkan Ilmu, Jabatan, dan Harta

OPINI218 Dilihat

Di negeri ini, kita sering bangga kalau ada orang yang sekolahnya tinggi, ilmunya mumpuni, jabatannya keren, hartanya melimpah. Rasanya lengkap—kayak paket sukses yang tinggal dipakai buat membangun kebaikan. Tapi kenyataannya, nggak selalu begitu.

Ada satu hal yang sering luput dari perhatian: hasutan.

Hasutan itu ibarat racun halus. Nggak kelihatan, nggak berisik, tapi pelan-pelan bisa melumpuhkan akal sehat. Bisa datang dari mana aja—teman dekat, keluarga, rekan kerja, bahkan orang yang kita anggap panutan. Bentuknya bisa macam-macam: sindiran, bisikan, ajakan, atau sekadar narasi yang dibungkus dengan “katanya.”

Dan kalau kita nggak punya benteng hati, semua yang kita punya bisa runtuh.

  • Ilmu jadi nggak dipakai buat kebaikan, malah dipakai buat membenarkan ego.
  • Jabatan yang harusnya jadi ladang pelayanan, berubah jadi alat nafsu atau balas dendam.
  • Harta yang bisa jadi berkah, malah jadi sumber konflik dan kesombongan.
  • Status sosial yang dulu dibangun dengan susah payah, jadi kosong karena kehilangan arah.

Secara psikologis, ini bahaya banget. Orang yang termakan hasutan bisa kehilangan jati diri. Hidupnya jadi penuh curiga, gampang tersinggung, dan makin jauh dari ketenangan batin. Padahal dulu dia belajar tinggi-tinggi bukan buat jadi korban bisikan, tapi buat jadi cahaya di tengah masyarakat.

Secara spiritual, ini juga mengkhawatirkan. Dalam banyak ajaran agama, hasutan itu termasuk godaan yang bisa menjerumuskan. Kita jadi lupa niat awal, lupa bersyukur, dan lupa bahwa semua yang kita punya itu cuma titipan. Kalau dipakai buat hal yang salah, bisa jadi dosa sosial. Kita jadi zolim—baik ke diri sendiri maupun ke orang lain.

Dan yang paling menyedihkan, kadang orang yang termakan hasutan nggak sadar kalau dia sedang dijauhkan dari kebaikan. Dia merasa sedang “melawan,” padahal sedang dijauhkan dari cahaya.

Makanya, sehebat apapun kita, sepintar apapun kita, sepenting apapun jabatan kita—kalau nggak punya filter hati dan akal sehat, semua bisa runtuh. Yang penting bukan cuma punya, tapi juga bisa menjaga. Karena kadang, yang bikin kita jatuh bukan musuh, tapi bisikan dari orang yang kita anggap teman.

Jadi, mari kita jaga hati. Jangan gampang termakan hasutan. Jangan biarkan ilmu, jabatan, dan harta kita jadi sia-sia. Karena kalau semua itu lumpuh gara-gara bisikan, kita bukan cuma kehilangan arah, tapi juga kehilangan makna hidup.

Ditulis oleh:

Ruslan Raya, Cikakak 31 Oktober

semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *