Ketua DPRD Sukabumi Budi Azhar: Dorong Kolaborasi Eksekutif Legislatif untuk Kesejahteraan Masyarakat

DPRD19 Dilihat

Sukabumi MataSosial.com. 3 September 2026. Ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi kembali jadi tempat pembahasan uang rakyat. Hari ini pemerintah daerah resmi menyampaikan nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2026.

Nota pengantar dari Bupati Sukabumi itu dibacakan oleh Wakil Bupati Sukabumi Andreas dalam Rapat Paripurna yang digelar Kamis pagi.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menyebut agenda tersebut merupakan bagian dari hasil Badan Musyawarah.

“Hari ini sesuai dengan agenda Bamus, rapat paripurna penyampaian nota pengantar Pak Bupati mengenai Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD 2026. Barusan sudah disampaikan oleh Pak Wabup kepada kami,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali.

Setelah nota disampaikan, pembahasan berlanjut ke tahap berikutnya. DPRD akan mendengar pandangan umum dari masing-masing fraksi terkait isi perubahan APBD.

Budi menegaskan DPRD belum bisa menilai secara utuh karena pembahasan detail belum dimulai. Namun ia memastikan, jika ada penambahan anggaran maka penggunaannya harus mengarah ke program prioritas.

“Kalaupun memang ada penambahan, kita tentunya akan prioritaskan, meminta kepada pemerintah untuk diprioritaskan kepada program-program yang memang prioritas, yang memang sangat penting untuk diintervensi oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, pembahasan nantinya akan melihat satu per satu pos anggaran yang naik maupun turun. Dari situ DPRD akan memberikan masukan kepada pemerintah daerah.

Wakil Bupati Andreas juga menyampaikan hal senada. Menurutnya penyampaian nota pengantar ini adalah awal dari rangkaian pembahasan.

“Insya Allah ini segera dibahas oleh teman-teman dari dewan untuk segera ditindaklanjuti besok untuk tahapan pandangan-pandangan setiap fraksi,” kata Wakil Bupati Sukabumi Andreas.

Andreas berharap proses berjalan lancar lewat kolaborasi eksekutif dan legislatif.

“Intinya insya Allah mudah-mudahan kolaborasi ini antara eksekutif dengan legislatif terjalin dengan baik, sehingga pencapaiannya adalah untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Soal rincian peningkatan anggaran, Andreas menyebut itu akan dikupas saat pembahasan bersama fraksi.

“Nanti anggaran-anggaran yang mengalami peningkatan itu alokasinya untuk apa dan seperti apa, nanti akan dibahas. Ada pandangan-pandangan dari setiap fraksi yang akan memberikan masukan kepada pemerintah daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *