Masyarakat Kecil dan UMKM Bersyukur, Kredit Perumahan Pemerintahan Prabowo Wujudkan Rumah Impian

Jakarta – 11 September 2026 – Menjelang akhir tahun 2026, sebuah kisah hangat datang dari sudut timur ibu kota. Eliyah, perempuan berusia 51 tahun yang sehari-hari berjualan ayam bakar, akhirnya merasakan impian yang selama dua dekade hanya menjadi angan. Setelah bertahun-tahun hidup berpindah kontrakan, ia kini memiliki tempat usaha sekaligus rumah untuk keluarganya.

Titik balik itu hadir melalui Kredit Program Perumahan, inisiatif pemerintah yang dirancang untuk merangkul pelaku usaha kecil. Melalui Bank Rakyat Indonesia, Eliyah mengajukan pinjaman senilai Rp350 juta.

“Saya ajukan Rp350 juta untuk renovasi dan membeli tempat usaha. Sebelumnya kan saya ngontrak, tapi sekarang saya sudah punya tempat usaha sendiri,” ucapnya penuh syukur.

Ia menambahkan bahwa pembiayaan ini sangat membantu, usaha bisa berjalan lancar, tempat tinggal sekaligus usaha bisa dimiliki, dan ia berterima kasih kepada BRI, pemerintah, serta Presiden Prabowo atas program dengan bunga kecil yang mendukung pedagang kecil seperti dirinya.

Semangat besar di balik program ini ditegaskan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirair. Dalam sosialisasi di ibu kota, ia menjelaskan bahwa kredit ini tidak mensyaratkan agunan bagi pinjaman di bawah Rp100 juta, dengan bunga hanya 0,5 persen per bulan atau 6 persen per tahun.

“Buat UMKM di bawah seratus juta rupiah tidak perlu jaminan dan bunganya nol koma lima persen per bulan atau enam persen per tahun supaya rakyat bisa mendapatkan akses keuangan serta melawan rentenir dengan solusi yang mudah, murah, dan cepat,” paparnya.

Kementerian merinci bahwa program ini memiliki dua sasaran utama, yakni penyediaan bagi pengembang kecil serta permintaan bagi perorangan. Ara menegaskan bahwa program ini adalah KUR perumahan pertama di Indonesia yang diciptakan Presiden Prabowo untuk membantu UMKM naik kelas. Kontraktor, developer, dan toko bangunan skala kecil diberikan subsidi bunga sebesar lima persen.

Geliat positif terlihat dari penyaluran dana yang meningkat tajam. Sepanjang Januari hingga awal September 2026, realisasi penyerapan anggaran mencapai Rp24,90 triliun, melampaui separuh dari target tahunan Rp38,17 triliun. Antusiasme publik mendorong pemerintah menaikkan plafon anggaran menjadi Rp50 triliun agar manfaatnya menjangkau lebih banyak warga.

Menteri Ara menekankan keberhasilan program ini dengan menyebut penyerapannya sangat tinggi, sehingga kuotanya perlu ditingkatkan. Dampak nyata juga dirasakan pengembang perumahan kecil yang sempat lesu produksi. Dimas Praditya, Direktur Operasional PT Nawakarya Griya Tjipta, menyampaikan bahwa perusahaannya kini kembali beroperasi penuh.

“Proses produksi yang sempat terhenti akhirnya bisa berjalan lagi dan otomatis menyerap tenaga kerja baru untuk membantu perekonomian Indonesia. Program KPP sangat membantu sebagai kesempatan baru bagi pelaku usaha properti skala kecil untuk terus berkontribusi positif dalam membangun hunian masyarakat,” ujarnya.

Dengan suntikan modal Rp5 miliar dan bunga kompetitif, usahanya tidak hanya bertahan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Peningkatan proyek pembangunan perumahan mendongkrak kebutuhan tenaga kerja, sekaligus memberi kontribusi bagi perputaran ekonomi nasional. Program ini membuka lembaran baru bagi pengembang kecil untuk terus berkarya, sementara bagi pedagang seperti Eliyah, rumah impian akhirnya menjadi kenyataan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *