Palabuhanratu,- Sukabumi memasuki usia ke-155 bukan sekadar angka, tapi momentum besar untuk meneguhkan arah pembangunan yang berjiwa pengabdian, berakar budaya, dan berpijak pada keberkahan. Dalam tiga hari penuh makna, Bupati H. Asep Japar memimpin langsung rangkaian kegiatan strategis yang saling terhubung: pelantikan ASN, peringatan hari jadi, dan penetapan Perubahan APBD 2025, Senin 15 September 2025.
Rabu, 10 September 2025 — Pengabdian ASN dan Semangat Hari Jadi
Pagi itu, Aula Setda Kabupaten Sukabumi dipenuhi semangat baru. Sebanyak 48 PNS dilantik dalam jabatan fungsional, dan 100 pegawai menerima Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI atas pengabdian selama puluhan tahun. Bupati H. Asep Japar menyampaikan pesan yang menggugah: pengabdian bukan sekadar rutinitas, tapi panggilan jiwa untuk melayani dengan integritas.
“Mari kita eratkan persatuan, kokohkan gotong royong, dan bangun optimisme dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, ASN, dan masyarakat,” ucapnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa tugas ASN harus dijalankan dengan semangat Ki Hajar Dewantara: Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
“Kabupaten Sukabumi telah memasuki usia ke-155 tahun dengan visi membangun daerah yang mubarakah,” pungkasnya.
Masih di hari yang sama, semangat perayaan berlanjut ke Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi. Hadir Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, Wakil Bupati H. Andreas, Wali Kota Sukabumi, Forkopimda, Forkopimcam, dan masyarakat. Paripurna dibuka dengan pembacaan sejarah Sukabumi oleh Boyke Martadinata, lalu dilanjutkan dengan paparan capaian pembangunan oleh Bupati.
Program prioritas seperti beasiswa penghafal Al-Qur’an, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan pemuda dan perempuan, penguatan UMKM, pembangunan rumah layak huni, hingga prestasi Geopark Ciletuh yang kembali mempertahankan status Green Card dari UNESCO, menjadi bukti nyata arah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semua capaian ini bukan hasil kerja pribadi, melainkan buah kebersamaan antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat,” tegas Bupati.
Gubernur Dedi Mulyadi pun menekankan pentingnya pembangunan berbasis ekologi. Ia mendorong Sukabumi untuk mengembangkan reboisasi bambu sebagai bahan konstruksi ramah lingkungan dan identitas arsitektur lokal.
“Jangan hanya terpaku pada kayu. Sukabumi bisa jadi pusat desain berbahan bambu. Infrastruktur jalan, air bersih, tata ruang, hingga kawasan pantai harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti potensi Sukabumi dalam industri kopi bersama Cianjur, sebagai penghasil kopi berkualitas.
“Mengurus alam bukan berarti melarat, justru menjadi jalan menuju kesejahteraan,” katanya.
Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali menutup dengan semangat kolaborasi lintas sektor:
“Capaian pembangunan Sukabumi tentu perlu diteruskan untuk keberlangsungan pembangunan kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” ujarnya.
Tema tahun ini, “Tandang Sukabumi keur Jabar Istimewa nu Mubarakah,” menjadi refleksi semangat daerah yang ingin maju secara ekonomi, unggul dalam daya saing, berbudaya dalam karakter, dan berkah dalam setiap langkah.
Jumat, 12 September 2025 — Penetapan Perubahan APBD 2025
Dua hari setelah perayaan HUT, DPRD Kabupaten Sukabumi kembali menggelar rapat paripurna. Agenda utamanya: penyampaian keputusan pimpinan DPRD terkait hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat terhadap Raperda Perubahan APBD 2025.
Bupati H. Asep Japar hadir langsung dan menyampaikan bahwa proses penyempurnaan APBD telah melalui tahapan evaluasi dari provinsi dan disepakati bersama antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.
“Hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat tertuang dalam Keputusan Nomor 903/Kep.563-BPKAD/2025 dan telah dibahas serta disepakati bersama,” ujarnya.
Dengan penyempurnaan ini, APBD 2025 siap ditetapkan, lebih selaras dengan kebutuhan pembangunan dan arahan Pemprov Jabar. Bupati pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama DPRD yang solid.
“Dengan adanya penyempurnaan ini, kita dapat segera menetapkan Perubahan APBD 2025 yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah,” tambahnya.
Dari pelantikan ASN yang meneguhkan semangat pengabdian, peringatan hari jadi yang merayakan capaian dan budaya, hingga penetapan anggaran yang mengarahkan pembangunan strategis—Sukabumi menunjukkan satu benang merah: membangun daerah dengan semangat “Sukabumi Mubarokah.”
Inilah wajah Sukabumi yang maju dalam visi, unggul dalam aksi, berbudaya dalam karakter, dan berkah dalam setiap langkah. Sebuah perjalanan kolektif menuju masa depan yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang menghidupi masyarakatnya.
