Kupang, 6 Agustus 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turun langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendengar aspirasi masyarakat yang selama 16 tahun terakhir masih merasakan dampak tumpahan minyak Montara di Laut Timor. Kunjungan ini menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam memastikan pemulihan lingkungan dan ekonomi berjalan nyata.
Di Tablolong, Kabupaten Kupang, Menkeu berdialog dengan warga yang sejak 2009 menghadapi penurunan hasil tangkapan ikan, terganggunya budidaya rumput laut, hingga menurunnya pendapatan pelaku usaha kecil. “Dalam pertemuan ini, kami berdiskusi mengenai perkembangan kondisi masyarakat NTT, khususnya mereka yang terdampak kerugian lingkungan dan kerugian ekonomi akibat tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada tahun 2009,” jelasnya.
Pemulihan Menyeluruh
Purbaya menegaskan bahwa penyelesaian persoalan Montara tidak bisa setengah jalan. Harus ada integrasi antara pemulihan lingkungan, pemulihan ekonomi, dan perlindungan hak masyarakat terdampak. “Selain ganti rugi, yang paling penting adalah bagaimana daerah ini dapat kembali hidup seperti sediakala. Karena itu, kami akan mengupayakan pengiriman tim riset untuk memastikan langkah-langkah pemulihan yang diperlukan,” ujarnya.
Kajian Komprehensif
Pemerintah akan mengirimkan tim riset untuk melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi lingkungan pesisir. Hasil kajian ini akan menjadi dasar langkah pemulihan agar ekosistem kembali mendukung kehidupan masyarakat seperti sebelum pencemaran.
Sinergi Lintas Kementerian
Menkeu menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar penanganan berjalan terpadu. Dukungan ini diharapkan mempercepat program pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kepastian Hak Ganti Rugi
Pertemuan juga menyoroti perkembangan penyaluran hak ganti rugi. Purbaya menegaskan pemerintah terus mengawal proses tersebut dengan prinsip kepastian hukum, akuntabilitas, dan rasa keadilan bagi masyarakat terdampak.
