Mentan Amran: Dari Panggung UNDIP, Beras untuk Alor Hari Ini Juga

Semarang, 6 Agustus 2026 – Penerimaan 5.155 mahasiswa baru Universitas Diponegoro (UNDIP) berubah menjadi momen bersejarah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bukan hanya memberi motivasi, tetapi langsung mengambil keputusan nyata setelah mendengar keluhan seorang mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tentang mahalnya harga beras di daerahnya.

Awalnya, Mentan Amran berbicara tentang kunci kesuksesan: “Kalau mau berhasil, kita harus berkolaborasi. Dimulai dengan mimpi besar, tapi itu belum cukup, kita harus take action. Selanjutnya harus presisten, terus menerus tidak boleh berhenti, dan harus bertahan dalam kesulitan,” ujarnya.

Namun suasana berubah haru ketika Adriano Padama, mahasiswa Hubungan Internasional asal Alor, menceritakan kondisi kampung halamannya. Produksi beras hanya mampu memenuhi sekitar 10% kebutuhan, membuat harga melambung hingga Rp25 ribu–Rp30 ribu per kilogram di pedalaman. Anak-anak pun terpaksa mengganti beras dengan umbi-umbian.

Aksi Spontan di Tengah Forum

Mentan Amran langsung menghubungi Dirut Bulog di hadapan ribuan mahasiswa: “Pak Dirut Bulog, Kabupaten Alor ada gudang Bulog di sana? Kalau belum ada, bangun gudang di sana. Hari ini juga kirim beras ke Alor. Saya minta harga beras sesuai arahan Bapak Presiden, Rp12.500 per kilogram,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terluar harus memperoleh akses pangan dengan harga yang sama seperti daerah lain. “Hari ini juga dikirim. Saya akan pantau langsung. Saudara-saudara kita di Alor harus mendapatkan beras dengan harga terjangkau,” katanya.

Kepedulian untuk Mahasiswa

Tak hanya soal pangan, Mentan Amran juga menunjukkan kepedulian pribadi. Ia berjanji membantu biaya kos Adriano selama dua tahun agar bisa fokus belajar. “Saya selesaikan. Kos-kos kamu dua tahun saya bantu. Yang penting kamu belajar dengan sungguh-sungguh dan sukses,” ucapnya, disambut tepuk tangan meriah.

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup sambutannya, Mentan Amran mengingatkan mahasiswa baru UNDIP agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. “Hari ini adalah momentum emas. Orang tua kalian siang malam berdoa agar melihat anak-anaknya berhasil sebelum ajal menjemput. Muliakan orang tua kalian, hormati dosen-dosen kalian. Insyaallah 10 sampai 15 tahun ke depan kalian akan memetik kesuksesan,” pesannya.

Bukti Pemerintah Hadir

Aksi spontan ini mendapat apresiasi sivitas akademika UNDIP. Keputusan yang diambil langsung di tengah forum menjadi bukti bahwa persoalan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti ketika pemerintah hadir, mendengar, dan bergerak cepat. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *