Menteri Perdagangan Budi Santoso Dorong Sinergi Kemendag–Kadin untuk Perkuat Perdagangan Nasional

Kementerian15 Dilihat

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kolaborasi strategis antara Kementerian Perdagangan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjadi kunci dalam menjaga kinerja perdagangan nasional di tengah dinamika global. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat pasar domestik, memperluas ekspor, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.

Penegasan itu disampaikan Mendag Budi Santoso saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Bidang Perdagangan 2026 di Jakarta, Kamis (30/4). Rakornas bertema “Optimasi Perdagangan Domestik dan Internasional serta Akselerasi Investasi Strategis Menuju Target Pertumbuhan 8 Persen” ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan peta jalan percepatan perdagangan nasional periode 2025–2029.

“Di tengah tantangan global, Indonesia menjaga kinerja perdagangan melalui penguatan pasar domestik, ekspansi pasar ekspor, dan penguatan daya saing produk lokal untuk pasar global dengan dukungan penuh Kadin,” ujar Mendag.

Program Prioritas Kemendag

Budi Santoso menjelaskan bahwa Kemendag memiliki tiga program utama: Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.

  • Di pasar domestik, Kemendag mendorong penggunaan produk lokal dan melindungi pasar dengan instrumen perdagangan internasional seperti antidumping dan safeguard.
  • Penetrasi produk lokal di ritel modern kini mencapai 80 persen, hasil kerja sama Kemendag dengan asosiasi pelaku usaha.
  • Untuk ekspor, Kemendag mempercepat penyelesaian perjanjian dagang dengan mitra strategis agar produk Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

UMKM dan Inovasi Ekspor

Program UMKM BISA Ekspor menjadi salah satu terobosan penting. Melalui jaringan perwakilan perdagangan di 46 titik di 33 negara, pelaku UMKM difasilitasi untuk memasarkan produk ke buyer internasional. Pada 2025, program ini mencatat transaksi senilai USD 134,8 juta atau Rp2,6 triliun, dengan 70 persen di antaranya berasal dari eksportir baru.

Selain itu, Kemendag meluncurkan program Campuspreneur untuk mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor, bekerja sama dengan 19 perguruan tinggi. Program Desa BISA Ekspor juga dikembangkan untuk memperluas basis pelaku ekspor hingga ke tingkat desa.

Dukungan Dunia Usaha

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie, menegaskan komitmen dunia usaha menjaga momentum pertumbuhan meski menghadapi tekanan global. “Di tengah tekanan ekonomi dan global, dunia usaha memilih tetap bertumbuh melalui efisiensi dan ekspansi, dengan dukungan kebijakan yang memberi ruang napas, membuka hambatan, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.

Anindya menilai, kebijakan adaptif seperti relaksasi pembiayaan, penyederhanaan regulasi, serta penguatan akses pasar dan investasi sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Harapan ke Depan

Mendag Budi Santoso optimistis sinergi pemerintah dan dunia usaha akan menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja perdagangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global. “Masih banyak ruang sinergi yang bisa kita dorong bersama agar sektor perdagangan semakin maju dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” tutupnya.

Rakornas Kadin Bidang Perdagangan turut dihadiri perwakilan Kadin dari berbagai daerah serta jajaran pejabat Kemendag, termasuk Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana, dan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *