Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Tinjau Penataan Menteng Tenggulun

BERITA, Kementerian37 Dilihat

Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan program penataan permukiman berjalan sesuai target, dengan kualitas pembangunan yang terjaga.

Dari total 152 unit rumah yang direncanakan, 101 unit kini sudah dalam proses pengerjaan. Ara menegaskan bahwa penataan kawasan tidak hanya soal fisik bangunan, melainkan menciptakan lingkungan yang lebih layak huni dan berkelanjutan. “Kita ingin memastikan pekerjaan ini berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan hasilnya benar-benar berkualitas. Ini bukan hanya soal membangun rumah, tapi membangun lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain renovasi rumah, kawasan dilengkapi boulevard sepanjang 300 meter, area parkir, ruang komunal, taman bermain, ruang terbuka hijau, serta fasilitas dasar seperti toilet bersama. Jembatan penyeberangan juga dibangun untuk meningkatkan aksesibilitas warga. Identitas kawasan diperkuat dengan mural bertema budaya Indonesia, menghadirkan ruang publik yang lebih hidup dan edukatif.

Ara menekankan pentingnya menjadikan kawasan ini pusat aktivitas ekonomi masyarakat. UMKM dilibatkan secara aktif melalui program CSR dan penggunaan material lokal. “Merenovasi rumah sekaligus menumbuhkan ekonominya. Kita jangan ragu memberikan kesempatan bagi UMKM. Libatkan program CSR, bahkan material seperti genteng bisa dari UMKM,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar material bangunan yang digunakan aman bagi kesehatan. “Jangan pakai asbes lagi. Ini untuk kebaikan kesehatan, tidak ada kompromi,” tambahnya.

Lebih jauh, Ara menekankan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada pembangunan fisik. “Jangan hanya fokus pada fisik, tapi juga pemberdayaan SDM. Bangun kawasan yang terjaga kebersihan, keamanan, parkirnya, juga perawatan yang baik. Ini harus menjadi percontohan dari kawasan kumuh menjadi kawasan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar justru muncul setelah pembangunan selesai. “Yang paling sulit adalah bagaimana mempertahankan dan mengembangkan kawasan ini setelah dibangun,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ara berdialog dengan warga untuk memastikan penataan berjalan partisipatif dan memberi manfaat nyata. Penataan bantaran sungai juga menjadi perhatian, dengan komitmen menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Kementerian PKP menegaskan akan terus mengawal program hingga tuntas, menjadikan Menteng Tenggulun sebagai model penataan kawasan berbasis kolaborasi yang menyatukan peningkatan kualitas hunian dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *