Musim Petai dan Durian di Sukabumi Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Sukabumi, 01 September 2026 – MataSosial.com Memasuki awal September, aroma khas Durian dan Petai masih terus tercium di berbagai pasar dan pinggir jalan di Kabupaten Sukabumi. Ya, musim buah dan sayur andalan warga ini sudah tiba.

Dari wilayah Cicurug, Parungkuda, hingga Kadudampit, Palabuhanru, jampang, Cisolok, Cikakak, pohon Durian berbuah lebat. Begitu juga dengan pohon Petai yang polongnya menggantung penuh. Hasil panen ini langsung diburu pedagang dan warga.

Harga Durian lokal di tingkat petani berkisar Rp50.000 sampai Rp110.000 per buah tergantung ukuran dan jenis, bahkan ada juga yang di kilo per kilo durian utuh harganya bisa mencapai ratusan ribuh, Sementara Petai dijual per papan Rp3.000 sampai Rp5.000. Karena pasokan melimpah, harga masih terjangkau oleh masyarakat.

Keramaian paling terasa di Pasar Pelita, Pasar Cikembar, Pasar palabuhanratu, dan lapak-lapak pinggir Jalan Raya Sukabumi – Bogor. Pedagang buah, pengepul, hingga pengecer ikut kebanjiran pembeli.

Dampaknya terasa ke sektor lain. Tukang angkut, tukang ojek, pemilik warung kopi, sampai penjual plastik dan tali rafia ikut merasakan berkahnya. Satu musim Petai dan Durian bisa menghidupkan rantai ekonomi dari hulu sampai hilir.

Asep, 45 tahun, pedagang Durian di  Sukabumi mengaku omzetnya naik dua kali lipat sejak musim ini dimulai.

“Alhamdulillah musim ini rame, Bu. Sehari bisa habis 2 mobil pick up Durian. Yang beli bukan cuma orang Sukabumi, ada juga dari Jakarta dan Bandung mampir. Petai juga laku keras buat lalapan. Musim ini bener-bener nolongin kami,” ujarnya.

Ia berharap musim buah ini berlangsung lama dan cuaca terus mendukung agar panen berikutnya tetap bagus.

Bagi masyarakat Sukabumi, Durian dan Petai bukan hanya soal rasa. Tapi juga jadi penopang ekonomi keluarga. Saat musim tiba, kebun di desa ramai, pasar ramai, dan uang pun ikut berputar di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *