Matasosail.com, SURADE — Di balik debur ombak dan semangat para nelayan Sukabumi, sebuah langkah strategis tengah digulirkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi. Bertempat di Aula Hotel Mutiara, Surade, digelar Temu Teknis Pengelolaan Perikanan Tangkap Tahun 2025—sebuah forum penting yang menyatukan pelaku perikanan dari berbagai penjuru pesisir.
Forum ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ia menjadi ruang edukasi dan konsolidasi, di mana para nelayan, pengusaha perikanan, penyuluh, dan perangkat desa duduk bersama untuk menyamakan persepsi tentang regulasi, keberlanjutan, dan tata kelola laut yang bertanggung jawab.
Tujuan utama? Meneguhkan komitmen bersama agar praktik penangkapan ikan tidak hanya taat aturan, tapi juga menjaga ekosistem laut tetap lestari.
“Temu teknis ini kami selenggarakan untuk memperkuat pemahaman nelayan tentang regulasi dan konsep pengelolaan yang lestari. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan penangkapan ikan dilakukan sesuai aturan dan tetap menjaga kelestarian ekosistem laut,” — Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi
Materi yang Dibedah:
- Konsep konservasi dalam pengelolaan perikanan tangkap
- Teknik ramah lingkungan dalam menangkap ikan
- Prosedur perizinan kapal dan alat tangkap
- Pengendalian terhadap alat tangkap yang dilarang
- Strategi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan nelayan
Tak hanya menyerap materi, para peserta juga aktif berdiskusi tentang tantangan nyata di lapangan—mulai dari regulasi terbaru, keterbatasan sarana-prasarana, hingga dampak perubahan iklim terhadap pola migrasi ikan.
Harapan Besar di Balik Forum Ini
Dinas Perikanan berharap, melalui temu teknis ini, terbangun sinergi yang kokoh antara pemerintah, nelayan, dan pelaku usaha. Sinergi yang akan menjadi fondasi pengelolaan perikanan tangkap yang tertib, berkelanjutan, dan mampu mengangkat taraf hidup masyarakat pesisir Sukabumi.






