Matasosial.com, Sukabumi – 25 Agustus 2025, – Musim durian di Sukabumi selalu ditunggu. Salah satu yang paling dirindukan adalah Durian Si Matahari. Begitu dibuka, warnanya langsung mencuri perhatian. Dagingnya kuning menyala seperti sinar matahari pagi, tebal dan menutupi bijinya.
Teksturnya lembut, lumer di mulut, tidak berair. Gigitan pertama rasanya manis, lalu muncul sedikit pahit di ujung lidah. Perpaduan itu yang bikin rasanya unik dan tidak membosankan. Aromanya kuat, khas durian lokal yang langsung mengundang untuk mencicip lagi.
Durian Si Matahari paling nikmat dimakan langsung saat baru dibelah. Dinginnya daging buah berpadu dengan rasa legitnya pas untuk teman sore. Bisa juga dibuat es durian, dicampur es batu dan sedikit susu. Rasanya makin segar tapi tetap terasa duriannya.
Kelebihan lain ada di isinya. Bijinya kecil, jadi hampir seluruh ruang di dalam kulit terisi daging. Setiap juring terasa penuh. Tidak perlu repot mencari dagingnya karena memang dari awal sudah tebal.
Kulitnya cukup mudah dibuka. Cukup ditekan di bagian tengah, maka akan terbuka dengan sendirinya. Dari celahnya keluar aroma yang langsung mengingatkan pada kebun dan tanah Sukabumi.
Banyak orang Sukabumi menjadikan Durian Si Matahari sebagai teman kumpul keluarga. Duduk melingkar, makan bersama, sambil cerita. Rasanya bukan hanya manis di lidah, tapi juga menghangatkan suasana.
Buah ini cocok dimakan kapan saja. Mau pagi sebagai teman kopi, siang sebagai pencuci mulut, atau malam sebagai penutup makan. Yang jelas, sekali coba pasti ingin lagi.
Durian Si Matahari memang layak disebut salah satu kebanggaan kuliner Sukabumi. Rasanya yang khas dan tampilannya yang cerah membuatnya selalu dirindukan setiap kali musimnya tiba.
