Pasar Cijerah Bandung Kini Lebih Bersih dan Nyaman Usai Revitalisasi

BERITA, Pasar45 Dilihat

Matasosial.com, bandung – Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung menghadirkan wajah baru setelah proses revitalisasi. Perubahan terlihat dari sisi kebersihan, kenyamanan, penataan lapak, hingga kelengkapan fasilitas untuk pedagang dan pengunjung.

Sebelumnya, pasar tersebut identik dengan tumpukan sampah dan kondisi kurang tertata. Namun kini, pengunjung merasakan lingkungan perdagangan yang lebih bersih dan nyaman. Selain itu, pengelola juga menghadirkan Cijerah Food Market untuk memperluas aktivitas ekonomi.

Kepala Pasar Cijerah Cerah Kota Bandung, Denny Arifin, mengatakan proses revitalisasi berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan. Menurutnya, pembangunan berjalan kondusif karena mendapat dukungan penuh dari pedagang dan unsur kewilayahan.

Revitalisasi ini merupakan hasil kolaborasi Perumda Pasar Juara Kota Bandung bersama PT Mitra Karya Prospekta.

“Pasar Cijerah Cerah merupakan salah satu dari sekian banyak pasar di Kota Bandung yang telah melakukan revitalisasi atau peremajaan. Alhamdulillah, setelah peremajaan, pasar dapat beroperasi dengan lancar dan didukung penuh oleh semua pihak,” ujar Denny saat ditemui di kawasan Pasar Cijerah Cerah, Kota Bandung, pada Senin, 26 Oktober 2026.

Lulus SNI Pertama di Kota Bandung

Denny menjelaskan, perubahan terlihat dari lingkungan yang lebih bersih, penataan yang lebih baik, serta fasilitas yang semakin memadai. Bahkan, pasar ini telah melalui audit Badan Standardisasi Nasional dan menjadi pasar pertama di Kota Bandung yang lulus Standar Nasional Indonesia atau SNI.

Fasilitas yang tersedia saat ini mencakup toilet yang lebih representatif, sarana keamanan dan kebersihan, serta area parkir yang lebih tertata untuk sepeda motor maupun mobil.

Kelola Sampah Organik Jadi Maggot

Selain itu, pengelolaan sampah menjadi salah satu perubahan penting di Pasar Cijerah Cerah. Pengelola mulai mengembangkan pengolahan sampah secara mandiri, khususnya sampah organik melalui budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam.

Denny menyebut, pengolahan tersebut masih dalam tahap pengembangan. Saat ini, pengelola mengolah sekitar satu kuintal sampah organik dan menghasilkan kurang lebih 12 kilogram maggot per minggu.

Kemudian, maggot tersebut disalurkan untuk pakan ikan di kolam sekitar pasar. Dengan demikian, sampah organik tidak lagi menumpuk dan bisa bermanfaat.

“Untuk pengolahan sampah, kami melakukan magotisasi. Hasilnya kami coba suplai ke kolam-kolam yang ada di wilayah sekitar. Jadi, sampah organiknya sudah mulai kami kelola,” katanya.

Hadirkan Cijerah Food Market untuk Hidupkan Ekonomi Malam

Selain memperbaiki pasar tradisional, pengelola juga mengembangkan Cijerah Food Market yang resmi diluncurkan pada 17 Oktober 2026.

Area kuliner ini hadir untuk menghidupkan aktivitas pasar di luar jam perdagangan tradisional. Selain itu, area ini membuka peluang usaha baru bagi pelaku usaha kuliner.

Pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan tradisional dan kopi. Sementara itu, pengelola masih membuka kesempatan bagi calon tenant yang ingin bergabung.

Denny berharap area kuliner ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara pedagang tradisional dan pelaku usaha kuliner.

“Kami mencoba melakukan aktivasi untuk mendorong ekonomi atau ekosistem yang ada di Pasar Cijerah ini. Harapannya, pengunjung yang datang ke food market juga bisa berbelanja di pasar tradisional, sehingga seluruh ekosistemnya berjalan dan roda ekonomi tetap berputar dengan baik,” tuturnya.

Pasar tradisional mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB untuk area basah hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara itu, Cijerah Food Market beroperasi hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja dan pukul 22.00 WIB pada akhir pekan.

Selain itu, pengelola juga menggelar berbagai kegiatan untuk menarik kunjungan, seperti pertunjukan musik langsung dan nonton bareng pertandingan sepak bola.

Saat ini, Pasar Cijerah Cerah menaungi sekitar 190 pedagang dari berbagai komoditas. Para pedagang yang telah bertahun-tahun beraktivitas di pasar tersebut juga merasakan dampak positif setelah revitalisasi.

Pedagang Apresiasi Kondisi Pasar yang Lebih Tertata

Rudi, pedagang sayuran yang telah berjualan sekitar 12 tahun, menilai kondisi pasar sekarang jauh lebih baik. Ia merasakan perubahan dari sisi kebersihan, perawatan bangunan, hingga kenyamanan saat berjualan.

“Dulu pasarnya kurang bagus, sekarang mah bagus. Kalau dulu banyak yang bocor, sekarang enak, bersih, terawat, dan tertata. Yang belanja juga sekarang nyaman,” ujar Rudi.

Hal senada disampaikan Idan, pedagang yang telah berjualan sekitar 20 tahun. Menurutnya, penataan tempat dan area parkir yang lebih baik memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.

“Sekarang tempatnya lebih bagus, lebih enak, dan lebih nyaman buat yang belanja. Tempat parkir juga lumayan luas. Harapannya, jualan bisa ramai terus dan semakin banyak pengunjung yang datang,” kata Idan.

Ke depan, Denny berharap peningkatan fasilitas diikuti bertambahnya kunjungan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak menjaga ketertiban di sekitar pasar, termasuk penataan pedagang kaki lima.

“Bagi warga yang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari ataupun kuliner, silakan datang ke sini. Banyak pilihan, mulai dari sarapan sampai makan malam, kopi juga tersedia,” ajaknya.

????
Ingin Tayang Atau Di Publis di Jaringan Matasosial.com?
Punya berita / usaha / produk ingin tayang di jaringan Matasosial.com? Hubungi redaksi kami untuk media partner & advertorial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *