Pemerintah Pastikan Pendidikan Tetap Prioritas di Tengah Program MBG

Matasosial.com, Jakarta, 03 Maret 2026 – Pemerintah menegaskan kembali komitmennya bahwa anggaran dan program pendidikan tetap menjadi prioritas utama, meskipun saat ini tengah berjalan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 27 Februari 2026.

Pendidikan Tidak Dikurangi

Seskab Teddy menekankan bahwa tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau dihentikan. Justru, seluruh program pendidikan yang sudah berjalan akan dilanjutkan bahkan ditambah. “Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Semuanya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” jelas Teddy.

Program Strategis Tetap Berjalan

Ia menegaskan bahwa program strategis pendidikan dari periode sebelumnya tetap berlanjut. Program seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) masih berjalan dan terus diperkuat. Pemerintah berkomitmen menambah program-program baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa.

Pembangunan Sekolah Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Teddy juga memaparkan langkah Presiden Prabowo dalam membangun sekolah rakyat. Program ini ditujukan bagi anak-anak yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan. Mereka diberi penginapan, pendidikan, gizi, serta jaminan kesehatan. Hingga tahun lalu, sudah ada sekitar 166 sekolah rakyat dengan jumlah siswa mencapai 16.000–20.000 anak. Tahun ini, pemerintah berencana menambah 100 sekolah rakyat baru.

Perbaikan Infrastruktur Pendidikan

Selain membangun sekolah baru, pemerintah juga memperbaiki bangunan sekolah yang ada. Hingga tahun 2025, sekitar 16 ribu sekolah di seluruh Indonesia telah diperbaiki dengan anggaran mencapai Rp 17 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan agar lebih layak dan nyaman bagi siswa.

Pengembangan Teknologi Pembelajaran

Pemerintah turut mengembangkan teknologi pembelajaran dengan menghadirkan televisi digital ke sekolah-sekolah. Hingga tahun 2025, tercatat sudah ada 280.000 unit televisi digital yang disalurkan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Pendidikan dan Gizi Berjalan Seiring

Seskab Teddy menegaskan bahwa program MBG bukanlah pengganti pendidikan, melainkan pelengkap. Dengan pemenuhan gizi yang baik, anak-anak Indonesia diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. “Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Semuanya berjalan, bahkan ditambah,” pungkasnya.

Kesimpulan

Rangkaian kebijakan ini menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Program MBG hadir untuk melengkapi strategi besar pembangunan sumber daya manusia, di mana pemenuhan gizi, akses pendidikan, dan kualitas pembelajaran berjalan beriringan. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *