Jakarta MataSosial.com. Pemerintah bergerak cepat untuk warga Nusa Tenggara Timur yang rumahnya rusak akibat gempa. Pada 15 Agustus lalu NTT diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,7. Ribuan rumah terdampak dan kini pemerintah menyiapkan hunian sementara.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB memastikan pembangunan huntara akan segera dimulai. Saat ini proses masih fokus pada verifikasi kerusakan di tujuh kabupaten terdampak.
Sebagai gambaran awal BNPB sudah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka. Contoh itu nantinya akan jadi acuan untuk dibangun di daerah lain yang juga terdampak.
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan rencana tersebut.
“Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,” jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1/9).
Sebelum pembangunan dimulai BNPB bersama unsur pemerintah lain masih melakukan pendataan. Tujuannya memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai kondisi di lapangan.
Data sementara per 1 September 2026 mencatat 97.215 rumah rusak. Rinciannya 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.
Untuk mempercepat pendataan BNPB sudah membuka perekrutan tim penilai dan enumerator. Mereka akan mendata warga terdampak secara rinci dengan skema by name by address.
Setelah itu data akan dicek silang oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah. Dokumentasi foto dari Dinas Perumahan juga dipakai untuk verifikasi. Sementara Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan cross check terhadap data rumah rusak tambahan yang belum diverifikasi.
Menurut Berton tahapan ini memang butuh waktu. Namun ia optimis proses bisa lebih cepat jika semua pihak ikut membantu.
“Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,” jelas dia.
