Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Program 3 Juta Rumah agar benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar target angka pembangunan.
Program strategis nasional ini, menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, harus menjadi sarana nyata bagi rakyat untuk memperoleh hunian yang layak dan bermartabat. Ia menekankan bahwa seluruh proses — mulai dari pendataan penerima manfaat, pelaksanaan pembangunan, hingga pengawasan — wajib dijalankan secara akuntabel agar bantuan tepat sasaran dan diterima oleh warga yang berhak.
Hal tersebut disampaikan Herman saat menjadi keynote speaker dalam Sosialisasi Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 6 Tahun 2026 tentang Bedah Rumah yang digelar di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Barat, Jumat (7/8/2026).
Menurut Herman, keberhasilan Program 3 Juta Rumah sangat bergantung pada integritas seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. “Yang penting tidak ada otak jahat untuk menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat lewat Program 3 Juta Rumah ini,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas nasional yang harus dikawal bersama oleh seluruh unsur pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Herman juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk memusatkan perhatian pada tahap implementasi agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif dan tepat sasaran. “September 2026 kita fokus kepada implementasi pembangunan 3 juta rumah,” ujarnya.
Dengan semangat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, Herman menegaskan bahwa Program 3 Juta Rumah bukan hanya proyek fisik, tetapi juga simbol komitmen pemerintah dalam membangun masa depan yang lebih layak bagi seluruh warga. Ia berharap program ini menjadi bagian dari gerakan besar menuju Jawa Barat yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah, di mana setiap rumah yang dibangun menjadi pondasi kesejahteraan dan harapan baru bagi masyarakat.
