Mtasosial.com, Sukabumi – Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyerahkan secara simbolis dokumen Kartu Keluarga (KK) kepada warga terdampak, sebagai bentuk pemulihan identitas dan hak sipil. Berdasarkan data BPBD per 30 Oktober 2025, bencana banjir dan longsor di Kecamatan Cisolok mengakibatkan kerusakan pada lebih dari 140 rumah, empat jembatan, lima tembok penahan tebing (TPT), satu tempat ibadah, satu sekolah, dan satu bangunan lainnya.
Wabup Andreas didampingi Kepala Pelaksana BPBD Eki Radiana Rizki serta unsur Forkopimda dan Camat Cisolok meninjau langsung lokasi terdampak pada Jumat (31/10/2025). Peninjauan dimulai dari Posko Kecamatan Cisolok, kemudian dilanjutkan ke sejumlah titik terdampak di Desa Cikahuripan, Desa Sukarame, Desa Wangunsari, dan Desa Karangpapak. Dalam kunjungan tersebut, beliau berdialog langsung dengan warga untuk memberikan dukungan moril serta memastikan kebutuhan dasar warga benar-benar terpenuhi.
Di lokasi, Wabup juga secara langsung menyerahkan bantuan air bersih kepada warga terdampak sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan mendesak. Bantuan ini menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap kondisi riil masyarakat, sekaligus wujud nyata dari pelayanan yang hadir di tengah warga.
Dalam pernyataannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) harus segera dilakukan dan bersifat jemput bola.
“Tim kesehatan juga sudah siap, dan kondisi di lapangan saat ini relatif kondusif,” ujarnya.
Wabup juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penanganan TPT aliran sungai yang jebol dan menyebabkan banjir.
“Alhamdulillah sudah ada koordinasi dengan provinsi. Kondisi hari ini sudah membaik, dan Insya Allah ke depan penanganannya akan berjalan lebih optimal,” ungkapnya.
Wabup Andreas turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam proses evakuasi material banjir serta pembersihan area terdampak. Menurutnya, kekompakan lintas elemen menjadi kunci dalam percepatan penanganan bencana tersebut.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semangat gotong royong inilah yang membuat Sukabumi kuat,” tegasnya.
Kunjungan Wakil Bupati ini bukan sekadar peninjauan, tetapi wujud nyata dari kepemimpinan yang hadir, mendengar, dan menguatkan. Dalam semangat Sukabumi Mubarokah—barokah dalam pelayanan, gotong royong dalam pemulihan, dan kepemimpinan yang mengayomi—pemulihan pascabencana menjadi gerakan bersama yang menyentuh hati dan menghidupkan nilai.
