Matasosial.com,- Sukabumi,- Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, tampil tegas dan visioner di panggung Sukabumi Expo 2025. Bagi Herdiawan, keikutsertaan Disperkim bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan langkah strategis untuk memperlihatkan arah pembangunan yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Expo ini bukan akhir, tapi awal. Masyarakat berhak tahu apa yang sudah, sedang, dan akan kami kerjakan,” ujarnya, kepada awak media, Kamis (2/10/25), menegaskan komitmen instansinya dalam membangun Sukabumi yang tertata dan berdaya saing.
Gelaran Sukabumi Expo 2025 di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, pada 25–28 September lalu, bukan sekadar pesta tahunan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-155. Bagi Disperkim, panggung expo menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan program-program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Disperkim hadir dengan membawa tiga bidang utama yang menjadi garda terdepan pelayanan publik: penataan bangunan, penyediaan air minum dan sanitasi, serta pengelolaan permukiman. Ketiganya ditampilkan secara transparan agar masyarakat memahami arah kerja dan capaian yang telah diraih.
Tak hanya program teknis, Disperkim juga menghadirkan nuansa berbeda melalui partisipasi aktif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disperkim. Beragam produk kreatif dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan hingga Kopi Santri Gunung Karamat—minuman khas daerah yang berhasil mencuri perhatian pengunjung.
Ia menambahkan bahwa semangat ini akan diperluas melalui pembinaan berkelanjutan, agar karya ibu-ibu DWP dapat berkembang menjadi bagian dari roda penggerak UMKM lokal.
“Dharma Wanita kami dorong agar tidak sekadar menjadi pelengkap kegiatan. Mereka bisa berkarya, melahirkan produk bernilai ekonomi, sekaligus mendukung sektor UMKM,” jelas Herdiawan.
Meski panggung expo telah usai, semangat yang dibawa pulang justru semakin menyala. Disperkim tidak hanya memperoleh apresiasi, tetapi juga motivasi untuk bekerja lebih konkret. Program penataan bangunan, pengelolaan permukiman, penyediaan air minum, dan pemberdayaan ekonomi melalui UMKM akan terus dipacu.
Dari sebuah expo tahunan, lahirlah komitmen baru: mewujudkan Sukabumi yang lebih tertata, sejahtera, dan berdaya saing—bukan hanya di panggung pameran, tetapi dalam denyut kehidupan masyarakat sehari-hari.







