Jakarta – 14 Agustus 2026 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat capaian penting dengan berhasil mengantarkan produk lele marinasi beku hasil produksi UMKM asal Bandung, Jawa Barat, menembus pasar ekspor Taiwan.
Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor ini berkat penerapan quality assurance dari hulu hingga hilir sesuai standar jaminan mutu negara tujuan. “Komoditas lele Indonesia saat ini telah masuk dalam skema sertifikasi CBIB, CPIB untuk hulu, serta SKP dan HACCP untuk hilir sehingga otoritas kompeten di negara tujuan ekspor mengakui kualitasnya dan memberikan approval masuk pasar mereka,” ungkapnya di Jakarta Sabtu (8/8).
Ekspor perdana sebanyak 10,5 ton lele marinasi beku senilai Rp400 juta dilakukan pada Kamis (6/8) dari Pergudangan Ketapang, Kabupaten Bandung. Produk ini diproduksi oleh PT Asha Nuova International. Ishartini menambahkan bahwa lele marinasi kini mulai digemari pasar global, menyusul ikan nila. “Ekspor perdana ini merupakan batch pertama, dan pengiriman selanjutnya direncanakan meningkat menjadi 20 ton pada September 2026,” jelasnya.
Kepala UPT Badan Mutu KKP Bandung, Darwin Syah Putra, menegaskan pihaknya terus berupaya meningkatkan volume dan nilai ekspor olahan ikan dari Jawa Barat. Program kampung budidaya tematik yang dijalankan KKP disebut siap menyokong produktivitas perikanan di hulu. “Kehadiran UPT kami di Jawa Barat terbukti mampu mengawal komoditas perikanan mendunia dengan komoditas unggulan layur, cumi, tenggiri, sumpia udang, sotong, cunang, ikan nila, dan sekarang tambah lele. Tujuan ekspornya ke Hongkong, Filipina, Kanada, Brunei, Jepang, Korea, Timor Leste, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan kini Taiwan,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, produk UMKM perikanan Jawa Barat semakin menunjukkan daya saing global, sekaligus membuka peluang ekspor lebih luas bagi komoditas olahan ikan Indonesia.
