Sukabumi, 01 September 2026 – MataSosial.com -Bulan Agustus kemarin, Laut Palabuhanratu benar-benar murah hati. Sejak subuh hingga sore, perahu nelayan pulang-pergi membawa hasil tangkapan yang penuh.
Komoditas yang paling banyak didapat adalah Ikan Tongkol. Selain Tongkol, jaring nelayan juga dipenuhi Ikan Lisong dan Pepetek. Ketiga jenis ikan itu mendominasi tangkapan di hampir setiap perahu nelayan Sukabumi.
Para nelayan menyebut ini musim yang ditunggu. Ombak tenang, arus bagus, dan gerombolan ikan banyak muncul di perairan selatan Sukabumi. Hasilnya, satu perahu bisa membawa hasil dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa.
Ujang 42 tahun, nelayan Palabuhanratu yang sudah puluhan tahun melaut, merasakan langsung berkahnya.
“Alhamdulillah, bulan Agustus kemarin rezekinya bagus, Bu. Tongkolnya banyak banget, Lisong sama Pepetek juga ikut naik. Sehari bisa tiga kali nurunin jaring, pulangnya perahu sampai penuh. Sudah lama tidak seramai ini,” ujar Ujang saat menurunkan hasil tangkapan di TPI Palabuhanratu.
Dengan melimpahnya hasil laut, aktivitas di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu ikut ramai. TPI tidak pernah sepi pembeli. Pedagang, pengepul, hingga pemilik cold storage antre sejak pagi untuk mendapatkan ikan segar langsung dari kapal.
Dampaknya terasa sampai ke pasar dan warung sekitar. Harga ikan di tingkat nelayan stabil karena pasokan banyak, sementara di tingkat konsumen permintaan juga tinggi. Perputaran uang di sekitar pelabuhan pun meningkat. Mulai dari tukang es, buruh angkut, bengkel kapal, sampai penjual BBM ikut merasakan.
Memasuki awal September, harapan besar disematkan para nelayan Sukabumi. Mereka berharap kondisi laut tetap bersahabat dan hasil tangkapan terus melimpah seperti Agustus kemarin.
“Harapannya ke depan, laut tetap bersahabat, hasilnya terus melimpah. Biar kami nelayan bisa tenang cari nafkah, anak istri di rumah juga cukup. Kalau laut ngasih, semua juga ikut kebagian, dari pengepul sampai tukang angkut,” pungkas Ujang.
Bagi masyarakat pesisir, laut yang memberi banyak ikan bukan hanya soal lauk di meja. Ini juga soal roda ekonomi yang berputar. Semakin banyak ikan yang naik ke darat, semakin banyak pula tangan yang bekerja dan pendapatan yang mengalir di Sukabumi.
