Potensi Kemajuan Kabupaten Sukabumi Menguat di Berbagai Bidang, dari Pertanian Hingga Pariwisata

Matasosial.Com, Sukabumi – Kabupaten Sukabumi menunjukkan tren kemajuan yang semakin menguat di berbagai sektor. Dengan bentang alam yang lengkap dan sumber daya manusia yang produktif, daerah terluas di Jawa Barat ini terus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas menempatkan dua sektor utama sebagai tulang punggung pembangunan, yakni agroindustri dan pariwisata. Arah tersebut tertuang dalam tema pembangunan 2027, yakni Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata.

Pertanian Jadi Kontributor Nasional

Di sektor pertanian, Kabupaten Sukabumi mencatatkan prestasi sebagai kontributor produksi padi terbesar kedua secara nasional pada 2025. Selain itu, daerah ini juga tercatat sebagai pemilik pendaftaran varietas lokal padi terbanyak di Indonesia.

Hingga Juni 2026, Luas Tambah Tanam padi mencapai 91.646 hektare dengan produktivitas 5,8 ton per hektare. Pemerintah daerah juga mengalokasikan pembangunan 116 titik irigasi tersier, tiga dam parit, dan tiga ruas jalan usaha tani melalui APBD 2026.

Melalui inovasi SANGKURIANG, Dinas Pertanian fokus pada empat strategi, yaitu produksi terarah, optimalisasi SDM dan lahan, penguatan rantai pasok, dan keberlanjutan ekologi. Di sisi lain, Dinas PU juga merealisasikan peningkatan jaringan irigasi di Sukamanis Kadudampit dan Citepus Palabuhanratu untuk memperkuat ketahanan pangan.

Pariwisata dan Geopark Jadi Magnet Pertumbuhan

Di sektor pariwisata, Kabupaten Sukabumi memiliki keunggulan bentang alam lengkap, mulai dari pantai, curug, hutan wisata, hingga geothermal yang masuk dalam kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Hingga awal 2026, retribusi enam destinasi unggulan daerah menembus Rp1,01 miliar dalam sembilan bulan. Secara kumulatif, pendapatan retribusi rekreasi dan olahraga mencapai Rp615,5 juta. Pemerintah menargetkan kontribusi pariwisata terhadap PDRB naik dari 2,6 persen menjadi 3 persen.

Pemkab juga terus melakukan pembenahan destinasi, mulai dari aksesibilitas, kebersihan, keamanan, hingga hospitality. Selain itu, pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus melibatkan UMKM, BUMDes, dan koperasi agar manfaat ekonomi dirasakan langsung masyarakat.

UMKM dan Ekonomi Kreatif Tumbuh Pesat

Di sektor UMKM dan ekonomi kreatif, Pemkab Sukabumi mendorong kolaborasi lintas perangkat daerah untuk menggali potensi wilayah. Wakil Bupati Andreas meminta camat dan dinas memperkuat pendataan potensi lokal serta melibatkan perusahaan besar untuk membantu pemasaran produk UMKM.

Salah satu contoh nyata adalah Festival Bonsai di Jampangtengah yang mengusung tema Merdeka dalam Berkarya. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah komunitas, tetapi juga membuka peluang investasi hortikultura dan ekonomi kreatif. Kepala DPMPTSP Dede Rukaya menegaskan pihaknya hadir untuk memastikan iklim investasi semakin kondusif.

Investasi dan Agroindustri Bernilai Tambah

Di bidang investasi, pemerintah daerah tidak hanya mengejar peningkatan produksi mentah. Namun, Pemkab juga mendorong pengolahan hasil, standardisasi, sertifikasi, dan perluasan akses pasar agar produk lokal memiliki nilai tambah.

Melalui APBD 2027, pemerintah menyiapkan ekosistem yang menghubungkan sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata. Strategi tersebut mencakup penguatan sarana produksi, rantai pasok, dan pemanfaatan produk serta tenaga kerja lokal agar belanja pembangunan berdampak langsung.

Infrastruktur dan Pelayanan Dasar

Di sisi infrastruktur, Dinas PU Kabupaten Sukabumi terus memacu pembangunan jalan dan irigasi melalui skema APBD reguler dan APBD Perubahan 2026. Pengerjaan fisik maraton dijadwalkan pada Oktober hingga Desember 2026 untuk mengintervensi ruas jalan rusak yang belum terakomodasi.

Selain itu, Pemkab mengalokasikan 30,77 persen anggaran untuk pendidikan dan 18,95 persen untuk kesehatan. Alokasi tersebut bertujuan untuk memperluas akses layanan hingga wilayah pinggiran serta memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan lima sensor sesar dan lima sirene di kecamatan rawan.

Transformasi Digital dan Keterbukaan Informasi

Di bidang tata kelola, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Sukabumi mendorong keterbukaan informasi publik yang transparan dan akuntabel. Melalui Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2026 bersama Komisi Informasi Jawa Barat, Pemkab berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang informatif dan responsif.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Kabupaten Sukabumi optimistis mampu menggerakkan roda ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *