Sukabumi, 02 Agustus 2026 – Pesisir Sukabumi bukan hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Dari tradisi yang diwariskan turun-temurun, kini lahir gagasan besar: menjadikan budaya sebagai pintu masuk menuju layar lebar dan penggerak ekonomi kreatif.
Berangkat dari semangat pelestarian, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sukabumi dan tim rumah produksi tengah menjajaki pengembangan film layar lebar berjudul Teluh Jampang. Karya sinematik ini diharapkan mampu meluruskan pemahaman masyarakat bahwa Teluh Jampang bukanlah santet, melainkan bagian dari tetekon – warisan nilai dan kearifan leluhur Pajampangan yang sarat makna sejarah, filosofi, dan budaya.
Lebih dari sekadar film, langkah ini membuka peluang besar bagi pesisir Sukabumi. Budaya yang diangkat ke layar lebar akan memperkenalkan identitas lokal ke panggung nasional bahkan internasional. Dampaknya bukan hanya pada kebanggaan masyarakat, tetapi juga pada geliat ekonomi daerah:
- Pariwisata berbasis budaya akan semakin menarik wisatawan.
- UMKM lokal berpeluang tumbuh melalui produk kreatif yang terinspirasi dari tradisi.
- Generasi muda mendapat ruang untuk berkarya sekaligus menjaga akar budaya.
“Budaya adalah identitas. Kreativitas adalah kekuatan. Bersama, kita wujudkan Sukabumi yang Berbakti & Berkarya,” tulis akun resmi Gurilapss Dispar Kabupaten Sukabumi.
Dengan semangat Sukabumi Mubarokah – Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah, ikhtiar ini menjadi langkah awal lahirnya karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi, menginspirasi, serta menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat pesisir. Sukabumi pun semakin tegak sebagai daerah yang kaya potensi dan berdaya saing.
