Matasosial.com, – Jakarta — Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan dengan nada penuh empati, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, saat melakukan kunjungan kerja ke daerah. Ia mengaku terkesan, namun sekaligus merasa prihatin melihat anak-anak berdiri lama di bawah terik matahari.
“Terima kasih saya disambut oleh rakyat dan banyak anak-anak sekolah. Saya terkesan, tapi saya kasihan juga mereka berdiri lama dipanas,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden kemudian meminta Sekretaris Kabinet untuk menyampaikan surat edaran kepada seluruh Bupati dan Wali Kota agar anak-anak sekolah tidak perlu dikerahkan menyambut dirinya di pinggir jalan saat kunjungan kerja berlangsung.
“Mohon anak-anak sekolah tidak perlu nyambut saya di pinggir jalan. Biarlah mereka di sekolah masing-masing. Kalau mereka mau lihat bisa mungkin dari TV,” lanjutnya.
Presiden juga menyampaikan bahwa jika ingin berinteraksi langsung, ia lebih memilih untuk masuk ke ruang kelas dan menyapa anak-anak secara langsung. Ia memahami antusiasme masyarakat, namun tetap mengutamakan kenyamanan dan hak belajar anak-anak.
“Dan kalau saya mau periksa, saya akan masuk ke ruang kelas saja. Saya faham dan kalau memang tidak terlalu panas atau tidak terlalu lama, mereka menunggu, saya juga tidak ada masalah. Saya senang melihat mereka,” ucapnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa wajah-wajah rakyat dan anak-anak selalu menjadi sumber semangat baginya. Namun ia khawatir jika sambutan di jalan raya justru mengganggu waktu belajar dan kesehatan anak-anak.
“Setiap kali saya lihat wajah-wajah rakyat, wajah-wajah anak-anak, itu saya juga tambah semangat. Saya tambah mudah karena energi dari mereka. Tapi saya kasihan kalau mereka tunggu lama dipanas di matahari,” teranya lagi.
“Dan ini juga saya khawatir nanti bisa mengurangi waktu jam sekolah mereka. Tapi saya sangat terkesan, saya sangat terharu atas sambutan-sambutan itu. Hanya saya berpikir, kasihan kalau mereka terlalu lama menunggu,” ungkapnya.
Presiden juga menyadari bahwa iring-iringan kendaraan kepresidenan sering melaju cepat, sehingga tidak memungkinkan untuk berhenti dan menyapa secara langsung.
“Dan kadang-kadang konvoy saya lajunya cepat sehingga saya tidak ada waktu untuk berdiri menyambut mereka.” tambahnya.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo menyampaikan permohonan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia agar tidak lagi mengerahkan anak-anak sekolah untuk menyambut kunjungan kerja dirinya.
“Jadi ini saya mohon para Bupati untuk selanjutnya, dan untuk Bupati di seluruh Indonesia, Wali Kota, kalau saya datang tidak perlu anak-anak sekolah untuk dikerahkan,” tutupnya.






