Sukabumi, Juni – 02 – 2026, Kabupaten Sukabumi terus meneguhkan semangat Sukabumi Mubarokah, Maju, Unggul Berbudaya, dan Berkah melalui langkah nyata dalam pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.
Semangat ini tercermin dalam seremoni pengukuhan puluhan desa dan kampung wisata yang digelar di Desa Wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (13/5/2026). Acara tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan pariwisata yang tidak hanya menghadirkan destinasi, tetapi juga memberdayakan masyarakat sebagai pelaku utama.
Bupati Sukabumi Asep Japar hadir langsung menyerahkan sertifikat pengukuhan kepada para pengelola desa wisata. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa status desa wisata bukan sekadar label, melainkan tanggung jawab besar untuk memajukan ekonomi desa secara mandiri. Ia menekankan bahwa desa wisata harus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengelola potensi daerahnya sendiri, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga.
Dari 30 desa wisata dan satu kampung wisata yang dikukuhkan, Desa Wisata Cisande di Kecamatan Cicantayan menjadi salah satu yang masuk kategori maju. Desa ini memiliki potensi luar biasa, mulai dari agrowisata dengan hamparan sawah dan kebun, wisata alam seperti river tubing dan trekking, hingga wisata edukasi dan budaya yang memperkenalkan pencak silat, permainan tradisional, serta kuliner khas Sunda. Dengan luas lahan sekitar empat hektar dan akses yang mudah dari pusat Kota Sukabumi, Cisande menjadi destinasi unggulan yang memperlihatkan bagaimana masyarakat lokal mampu mengelola potensi daerahnya secara berkelanjutan.
Pengukuhan ini menegaskan komitmen Kabupaten Sukabumi untuk menjadikan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya dan alam daerah. Desa Cisande diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga simbol kebangkitan pariwisata berbasis masyarakat yang membawa kesejahteraan, kebanggaan, dan keberkahan bagi Sukabumi.






