Rakornas Dinkes 2025: Sinergi Layanan Kesehatan Gratis, No Ribet!

Sukabumi, – Kesehatan gratis bukan sekadar wacana—ini target nyata yang makin dekat untuk terwujud! Dalam Rapat Koordinasi dan Konsultasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar dan Wakil Bupati H. Andreas tampil dengan komitmen kuat untuk memastikan layanan kesehatan benar-benar bisa diakses semua warga, tanpa terkecuali.

Lebih dari 97 persen masyarakat Sukabumi sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tapi ada satu masalah besar: hanya 70 persen yang benar-benar aktif. Bupati menegaskan bahwa tantangan ini harus diatasi dengan peran aktif seluruh puskesmas dan rumah sakit, supaya masyarakat, terutama yang kurang mampu, bisa mendapat layanan kesehatan optimal.

Solusi? Kolaborasi maksimal antar fasilitas kesehatan milik pemerintah! Bupati mendorong RS Sekarwangi dan RS Palabuhanratu untuk naik kelas, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana prasarana, supaya layanannya makin berkualitas. Kalau bisa, pihak ketiga juga ikut dilibatkan agar akses medis makin luas dan komprehensif.

Wakil Bupati H. Andreas pun mengingatkan, layanan kesehatan gratis ini gak boleh sekadar seremoni. “Pelayanan harus nyata dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya. Ia juga meminta setiap puskesmas untuk menyediakan hotline pengaduan, biar pelayanan lebih transparan dan bisa terus dievaluasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi juga makin gencar menjalankan program ‘Dokter Masuk Kampung’—pemeriksaan dan pengobatan gratis sampai ke pelosok! Gak cuma itu, mereka juga sedang bekerja keras menurunkan angka stunting dari 27% ke 18,7% pada 2024.

Rakornas Dinkes 2025 bukan sekadar pertemuan, tapi langkah konkret menuju kesehatan gratis yang benar-benar bisa dinikmati semua orang. Pemerintah, tenaga medis, dan seluruh elemen terkait bersinergi biar warga Sukabumi sehat tanpa harus mikirin biaya!

Layanan kesehatan gratis? Gas terus!

Matasosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *