Rating Kredit Indonesia Tetap BBB, Outlook Stabil

MataSosial.com

Kementerian37 Dilihat

MataSosial.com – Washington DC, 17 Februari 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari pertemuannya dengan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P). Dalam pertemuan di Washington DC, S&P menegaskan peringkat kredit Indonesia tetap berada di level Triple B (BBB) dengan outlook stabil.

Keputusan ini menjadi bukti bahwa ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah tantangan global, mulai dari perlambatan pertumbuhan, tingginya suku bunga dunia, hingga ketidakpastian geopolitik.

Peringkat BBB sendiri masuk kategori investment grade, yang berarti risiko gagal bayar relatif rendah dan Indonesia tetap dipandang layak sebagai tujuan investasi internasional. Status ini penting untuk menjaga kepercayaan investor, menekan biaya pinjaman, serta memperkuat arus modal masuk ke dalam negeri.

Menkeu Purbaya menjelaskan, S&P menyoroti konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, terutama defisit anggaran yang dipertahankan di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “Mereka menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu. Utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten menjaga di bawah 3 persen dari PDB,” ujarnya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar defisit APBN tetap dijaga secara prudent. Komitmen ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, ketahanan ekonomi juga tercermin dari penerimaan negara yang terus membaik. Purbaya menyebut pertumbuhan pajak pada dua bulan pertama tahun ini mencapai 30 persen, sementara periode Januari-Maret tumbuh sekitar 20 persen dibanding tahun lalu. “Ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30 persen dan Januari-Maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen, mereka sepertinya cukup puas,” kata Purbaya.

S&P juga mencermati perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV tahun lalu. Indikator makro dan mikro menunjukkan tren positif di awal pemerintahan Presiden Prabowo, menandakan daya tahan ekonomi yang kuat, ditopang konsumsi domestik besar, reformasi fiskal berkelanjutan, dan prospek investasi yang tetap terjaga.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara. “Saya bilang itu akan kita monitoring terus dan pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan tetap kita jaga,” tegas Purbaya.

Dengan rating BBB dan outlook stabil, Indonesia mengirim pesan penting ke pasar global bahwa fundamental ekonomi nasional masih solid, mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin fiskal, dan stabilitas keuangan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *