Saan Mustopa DPR RI dan Dinas Perkim Sukabumi Tinjau Krisis Air di Desa Sukamaju Cikakak

BERITA, Dinas Perkim65 Dilihat

SUKABUMI, Matasosial.com — Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan Fraksi NasDem, Saan Mustopa, bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi meninjau langsung Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kamis 10 September 2026.

Kedua pihak fokus menyoroti persoalan krisis air bersih yang warga Kampung Kurnia alami. Wilayah tersebut sudah bertahun-tahun mengalami keterbatasan akses air untuk kebutuhan sehari-hari.

Gelar Dialog di Aula Desa Sukamaju

Rombongan DPR RI tiba di Desa Sukamaju. Pemerintah desa dan kecamatan langsung menyambut. Mereka menggelar pertemuan awal di aula desa.

Hadir mendampingi Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi. Selain itu, Kalak BPBD Eki Radiana Rizki, Camat Cisolok, Danramil, Kapolsek Cikak, serta perwakilan kepala desa se-Kecamatan Cikakakak juga ikut.

Dalam forum itu semua pihak membahas kondisi lapangan dan kebutuhan mendesak masyarakat. Setelah diskusi selesai, rombongan langsung menuju lokasi.

Cek Langsung Kondisi Kampung Kurnia

Saan Mustopa menyerahkan bantuan air bersih kepada warga di Kampung Kurnia. Beliau juga mengajak warga berbincang untuk mendengar keluhan mereka.

Sebelumnya tim ahli sudah memetakan sumber air dengan metode geolistrik. Hasil pemetaan menunjukkan pengeboran sampai kedalaman 200 meter di sekitar pemukiman belum menghasilkan cadangan air yang memadai.

Akan tetapi, tim berhasil menemukan potensi sumber air baru. Lokasinya berada cukup jauh dari pemukiman. Supaya warga bisa memanfaatkannya, pemerintah harus membangun bak penampungan dan jaringan pipa distribusi.

Dinas Perkim Sukabumi mencatat semua kebutuhan teknis tersebut. Selanjutnya, dinas akan segera menyusun perencanaan agar tim bisa segera membangun infrastruktur.

Saan Mustopa: Butuh Solusi Permanen

Dalam dialog bersama warga, Saan Mustopa menegaskan pemerintah harus mencari solusi jangka panjang. Menurut beliau, bantuan mobil tangki hanya menolong sementara.

“Kita cari alternatif. Kalau terus kirim tangki itu sifatnya sesaat dan tidak menyelesaikan persoalan. Kita harus temukan akar masalahnya agar masyarakat punya kepastian jangka panjang,” kata Saan Mustopa.

Beliau juga meminta semua pihak segera memulai proses pembangunan.

“Penanganan jangka pendek tentu harus dilakukan agar tidak kesulitan mendapatkan air. Tetapi yang jauh lebih penting, kita harus mencari solusi jangka panjang yang permanen. Air adalah kebutuhan dasar, sehingga tidak boleh terus-menerus bergantung pada setiap kali datang,” ujar Saan.

Rencana 3 Tahap Penanganan

Tim merumuskan penanganan dalam 3 tahap.

Tahap pertama: Jangka pendek
Pemerintah akan terus mendistribusikan air melalui mobil tangki. Langkah ini menjamin warga tidak kekurangan air saat menunggu infrastruktur jadi.

Tahap kedua: Jangka menengah
Pemerintah akan membangun bak penampungan air. Tim juga akan memperbaiki jaringan perpipaan dari sumber mata air yang masih tersedia. Pihak terkait menargetkan pembangunan bak selesai dalam sepekan.

Tahap ketiga: Jangka panjang
Pemerintah mengkaji pembangunan jaringan perpipaan dari Sungai Cisukawayana. Pipa yang dibutuhkan memiliki panjang kurang lebih 6 kilometer.

Dinas Perkim Susun Perencanaan Teknis

Sebagai OPD teknis, Dinas Perkim Sukabumi memegang peran penting. Dinas bertugas menyiapkan perencanaan pembangunan infrastruktur air. Tugas ini sesuai dengan tupoksi dinas dalam menyediakan sarana permukiman layak.

Kadis Perkim Sendi Apriadi menyatakan dinas akan segera menindaklanjuti hasil peninjauan. Tim teknis dinas akan segera menyusun dokumen perencanaan. Dokumen itu akan menjadi acuan anggaran dan pelaksanaan di lapangan.

Selanjutnya, dinas juga akan berkoordinasi dengan BPBD, PUPR, dan pemerintah desa. Tujuannya agar program ini berjalan terpadu.

Ada 2 Desa Sukamaju di Sukabumi

Masyarakat perlu tahu, Kabupaten Sukabumi memiliki dua desa bernama Sukamaju. Desa pertama terletak di Kecamatan Cikakakak dan saat ini mengalami krisis air. Desa kedua berada di Kecamatan Cikembar dan sebelumnya terdampak bencana.

Penurunan debit sumber air memperparah krisis air di Cikakak. Akibatnya, di beberapa titik warga terpaksa mengambil air dari sungai kecil atau somang.

Kolaborasi Jadi Kunci Selesai

Saan Mustopa menekankan pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan air hanya dengan pendekatan darurat. Pemerintah harus membangun sistem penyediaan air yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat memegang peran kunci. Dengan sinergi tersebut, warga Desa Sukamaju bisa segera menikmati akses air bersih yang layak.

Dinas Perkim Sukabumi berkomitmen mengawal proses ini. Tim akan mengawal mulai dari tahap perencanaan sampai pembangunan selesai. Harapannya, krisis air yang sudah berlangsung lama segera berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *