Matasosial.Com, Jakarta Kamis 5 November 2026 – Kementerian Agama dan Badan Komunikasi Pemerintah menyampaikan siaran pers bersama di Jakarta terkait peringatan Hari Santri 2026. Selain itu siaran pers tersebut menegaskan bahwa peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum strategis. Kemudian siaran pers tersebut menegaskan bahwa Santri Menguatkan Negeri dalam pembangunan Indonesia.
Presiden Buka Jalan Santri Jadi Pemimpin Bangsa
Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyoroti langkah konkret pemerintah dalam mendukung lompatan peran santri. Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama lewat Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026. Selain itu ia menegaskan bahwa negara membuka jalan bagi santri untuk berkarya di berbagai bidang.

“Bapak Presiden Prabowo membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama lewat Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026. Santri bisa menjadi ulama, bisa menjadi ilmuwan, bisa menjadi pengusaha, hingga pemimpin bangsa, dan negara membuka jalannya,” papar Kamaruddin.
Santri Masa Kini Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Spiritualitas

Selanjutnya Kamaruddin Amin menegaskan peran penting santri masa kini. Ia menjelaskan bahwa santri memegang peran penting melalui penguasaan teknologi dan keilmuan. Selain itu ia menegaskan bahwa santri tetap memegang akar spiritualitas dalam setiap langkah.
“81 tahun kemudian, santri menguatkan negeri lewat ilmu, teknologi, dan akhlak. Itulah semangat santri 2026: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” tegas Kamaruddin Amin.

Menag Tetapkan Tema Hari Santri 2026
Di sisi lain Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi menetapkan tema Hari Santri tahun ini. Tema tersebut yaitu Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026. Selain itu Menag menegaskan bahwa kiprah dan pengabdian santri senantiasa relevan melintasi zaman.

Santri Jadi Solusi Tantangan Bangsa
Kemudian Menag menjelaskan makna frasa Menguatkan Negeri dalam panduan tersebut. Ia menegaskan bahwa santri hadir sebagai bagian dari solusi atas tantangan bangsa. Selain itu ia menjelaskan bahwa pesantren melahirkan generasi yang memiliki kedalaman spiritual dan keluasan ilmu. Generasi tersebut juga berkarakter, produktif, kreatif, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi di berbagai bidang.

“’Menguatkan Negeri’ dimaknai dengan menghadirkan santri sebagai bagian dari solusi atas tantangan bangsa. Dari pesantren, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual dan keluasan ilmu, tetapi juga berkarakter, produktif, kreatif, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi di berbagai bidang,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam panduan tersebut.
Santri Siapkan Sumber Daya Manusia Unggul 2045
Selanjutnya Menag menambahkan bahwa frasa Menuju Indonesia Emas menjadi komitmen kolektif. Komitmen tersebut menyiapkan sumber daya manusia unggul menjelang 2045. Selain itu Menag mendorong santri bertransformasi dari sekadar ruang pengabdian kultural menuju ruang ruang strategis pembangunan nasional. Transformasi tersebut berbekal nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Sejarah Santri Bertransformasi Ke Pembangunan Modern
Akhirnya Menag mengingatkan sejarah pengorbanan santri dalam mempertahankan kemerdekaan pascaseruan Resolusi Jihad oleh K.H. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Selain itu Menag menegaskan bahwa perjuangan tersebut kini bertransformasi ke ranah pembangunan modern. Dengan berbekal nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, santri diharapkan tidak hanya menjadi saksi perjalanan bangsa, melainkan tampil sebagai penggerak utama yang berdaya saing, berkeadaban, dan sejahtera.







