Soni S Gunawan: Ngopi, Ihtiar, dan Syukur

Mata Sosial Indonesia

Kartu Ucapan113 Dilihat

Sukabumi, 20 Juni 2025 — Unggahan dari akun media sosial Soni S Gunawan pada 20 Juni 2025 menyentuh hati banyak warganet. Dengan bahasa yang membumi, ia menulis: “Tong pusing mikiran pigaweeun ker dahareun da resiko hirup, lurr… Umur, sinareung, jeung rizki milik Gusti Nu Nangtoskeun. Ayenamah ngopi terus, ihtiar, tong hilap sholat jeung bersyukur. Okeh, salam waras, sehat slalu, aamiin ya robb.”

Pesan ini bukan sekadar kutipan biasa, tapi cerminan falsafah hidup Sunda yang dalam maknanya. Dari sudut pandang kearifan lokal, ungkapan “tong pusing mikiran pigaweeun” mencerminkan nilai “ulah kabita ku nu lain, syukuri nu aya.” Ia mengajak masyarakat untuk menerima kenyataan dengan lapang dada, tanpa kehilangan semangat untuk terus berikhtiar.

Secara spiritual Sunda, tersirat kuat prinsip “silih asah, silih asih, silih asuh”—bahwa hidup perlu dijalani dengan saling menumbuhkan kasih, ilmu, dan kepedulian. Anjuran untuk tak lupa salat dan bersyukur menguatkan nilai hubungan batin antara diri pribadi dengan Gusti Nu Maha Kawasa.

Dari perspektif sosial masyarakat Sunda masa kini, pesan ini dianggap sebagai bentuk ngabagéa jati diri. Dalam kesederhanaannya, unggahan Soni membawa semangat keteguhan—bahwa hidup tidak harus selalu mudah, tapi bisa dijalani dengan rasa cukup, semangat, dan keyakinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *