Matasosial.com, Sukabumi — Dalam rangkaian Muhibah Ramadan yang penuh makna, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan pesan spiritual yang menyentuh hati masyarakat. Memasuki hari ke-17 Ramadan, ia mengajak warga untuk memperkuat keimanan dan menggantungkan harapan kepada Allah SWT melalui doa yang sarat makna dan harapan.
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيهِ لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ، وَاقْضِ لِي فِيْهِ الْحَوَائِجِ وَالْأَمَالَ يَا مَنْ لَا يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيرِ وَالسُّوَالِ، يَا عَالِمًا بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ الطَّاهِرِينَ
Allâhummahdinî fihi lishalihil a’mâl, waqdhili fihil hawâija wal-amâl, yâ Mal lâ yahtāju ilat tafsîri was-suâl, yâ âliman bimâ fi shudūril ‘alamîn, shallî ‘alâ Muhammadin wa alihith thâhrîn. Artinya: Ya Allah, bimbinglah daku di bulan yang mulia ini untuk mengamalkan kesalehan, tunaikan di dalamnya semua keperluan dan sampaikan daku pada cita-citaku, wahai Yang Tidak Memerlukan penjelasan dan permohonan, wahai Yang Mengetahui apa yang tersimpan dalam hati semua manusia, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.
Pemimpin yang Menginspirasi
Asep Japar tidak hanya hadir sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai sosok yang menginspirasi masyarakat untuk terus berbuat baik dan berdoa di bulan penuh rahmat ini. Dalam setiap langkahnya, ia menekankan pentingnya membangun Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah—sebuah visi besar yang ia sebut sebagai Sukabumi Mubarokah.
Doa dan Harapan untuk Semua
Melalui doa Ramadan hari ke-17 ini, Asep Japar mengajak masyarakat untuk tidak hanya berharap pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan spiritual. Ia percaya bahwa kemajuan daerah harus dibarengi dengan kekuatan doa dan kesalehan kolektif.






