Matasosial.com, Sukabumi – Dalam suasana penuh keberkahan Muhibah Ramadan, Bupati Sukabumi H. Asep Japar tampil bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai sosok yang memberi motivasi dan inspirasi bagi masyarakat. Kehadirannya di Pondok Pesantren Modern Assalam Putri Warungkiara menjadi momentum untuk meneguhkan semangat membangun Sukabumi Mubarokah: maju, unggul, berbudaya, dan penuh berkah.
Inspirasi dari Pendidikan
Asep Japar menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik. “Kami setiap tahun memberikan beasiswa untuk melanjutkan kuliah. Tahun ini, beasiswa yang diberikan sekitar 150,” ujarnya.
Pesan ini bukan sekadar angka, melainkan dorongan agar generasi muda berani bermimpi dan menempuh pendidikan tinggi. Dengan menggandeng kampus-kampus ternama, ia ingin memastikan bahwa anak-anak Sukabumi memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan gemilang.
Motivasi dari Kepedulian Sosial
Selain pendidikan, inspirasi juga lahir dari kepedulian terhadap masyarakat kecil. Program Rutilahu menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk memperbaiki kualitas hidup warganya. “Tahun lalu ratusan rutilahu telah terbangun. Tahun ini pun kami menargetkan 800 rutihalu yang akan dibangun. Salah satunya rencana pembangunan rumah di Palabuhanratu untuk korban bencana alam,” jelasnya.
Langkah ini memberi motivasi bahwa pembangunan bukan hanya tentang gedung megah, tetapi tentang rumah sederhana yang layak dan penuh harapan.
Doa dan Semangat Kebersamaan
Di tengah musibah yang menimpa warga Bantargadung, Asep Japar mengajak masyarakat untuk saling mendoakan. “Ratusan KK terdampak bencana, mari kita doakan keselamatan dan kesehatan saudara kita yang tertimpa bencana,” pintanya.
Ajakan ini menjadi inspirasi bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal hati yang peduli dan doa yang tulus.
Refleksi dan Janji Perjuangan
Dengan rendah hati, ia mengakui masih banyak hal yang perlu diperbaiki. “Kami mohon maaf atas kepemimpinan satu tahun terakhir yang belum sesuai harapan masyarakat. Namun doakan kami agar empat tahun ke depan bisa mewujudkan janji-janji kami dalam membangun Kabupaten Sukabumi,” bebernya.
Permohonan maaf ini justru menjadi motivasi, karena menunjukkan sikap rendah hati dan komitmen untuk terus berjuang demi masyarakat.
Muhibah Ramadan kali ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan panggung inspirasi. Dari pendidikan, kepedulian sosial, hingga doa bersama, langkah Asep Japar menjadi motivasi bahwa Sukabumi bisa tumbuh menjadi daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan penuh berkah.
