Matasosial.com, Sukabumi – Dalam suasana penuh keberkahan Muhibah Ramadan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan istimewa di Pondok Pesantren Modern Assalam Putri Warungkiara. Acara ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga bertepatan dengan Nuzulul Quran, menjadikannya momen refleksi spiritual yang mendalam bagi masyarakat.
Nuzulul Quran sebagai Pedoman Hidup
Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup. “Alquran merupakan pedoman hidup. Mari kita manfaatkan malam Nuzulul Quran untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Semoga kita bisa bertemu kembali di malam Nuzulul Quran ramadan berikutnya,” harapnya.
Pesan ini menegaskan bahwa pembangunan Sukabumi Mubarokah tidak hanya berorientasi pada fisik dan kesejahteraan, tetapi juga pada penguatan iman dan budaya religius masyarakat.
Tarawih Bersama, Menguatkan Kebersamaan
Kabag Kesra H. Andi Rahman menambahkan bahwa muhibah kali ini terasa lebih spesial karena masyarakat dapat melaksanakan salat tarawih berjamaah setelah acara utama. “Jadi setelah muhibah dan buka bersama, kita akan ada salat tarawih bersama dan membaca Alquran serta mendengarkan ceramah,” terangnya.
Salat tarawih bersama menjadi simbol kebersamaan, memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana penuh kekhusyukan.
Muhibah Ramadan yang Berkah
Selain tarawih dan peringatan Nuzulul Quran, kegiatan muhibah juga diwarnai dengan bazar murah, pembagian sembako, hingga hadiah umroh bagi masyarakat yang beruntung. Semua ini menjadi bukti bahwa Ramadan di Sukabumi bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dan keberkahan.
Dengan menjadikan Nuzulul Quran dan salat tarawih berjamaah sebagai inti kegiatan, Muhibah Ramadan kali ini memperlihatkan wajah Sukabumi Mubarokah: daerah yang tidak hanya maju dan unggul, tetapi juga berbudaya dan penuh berkah.
