BATUJAJAR — Matasosial.com, – Kemampuan prajurit TNI diuji di medan yang makin kompleks. Untuk itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung latihan _Complex Warfare Course_ di Pusdiklatpassus, Batujajar, Jawa Barat, Sabtu (29/8).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel yang tengah mengikuti pelatihan khusus. Materi yang diberikan dirancang agar prajurit mampu menghadapi dinamika lingkungan strategis dan tantangan operasi modern yang menuntut kecepatan serta ketepatan.
Menurut Menhan, penguatan kemampuan, profesionalisme, dan kesiapan tempur adalah harga mati. Pelatihan semacam ini menjadi salah satu jawabannya.
Ia menekankan agar setiap ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang didapat selama kursus bisa menguatkan identitas prajurit.
“Pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan yang diperoleh selama latihan semakin memperkuat jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional,” katanya.
Lebih jauh Menhan menyebut, kualitas prajurit adalah fondasi utama TNI. Tanpa prajurit yang adaptif dan tangguh, menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional akan sulit diwujudkan.
Karena itu, peningkatan kapasitas personel akan terus menjadi prioritas agar TNI siap menghadapi segala bentuk ancaman ke depan.
