TNI AL Uji Chamber Hyperbarik di KN SAR Purworejo untuk Operasi KM Virgo 8

TNI, TNI AL, TNI/POLRI130 Dilihat

Matasosial.com, Banjarmasin, Minggu, 27 September 2026 – Tim Teknis dan Medis TNI Angkatan Laut didampingi Lanal Banjarmasin sukses melaksanakan uji fungsi fasilitas Chamber Hyperbarik di atas Kapal KN SAR Purworejo. Pengujian tersebut merupakan langkah strategis TNI AL dalam menjamin kesiapan alat keselamatan bawah air untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8, Minggu, 27 September 2026.

Agenda tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Kesehatan TNI AL Mayor Laut K dr. Dony Irawan. Selain itu, tim juga didampingi oleh Serka Hery Purwanto, Kopka Santoso, serta dua teknisi ahli Anas dan Angga.

Inspeksi dan Penggantian Viewport Chamber

Selanjutnya, rangkaian uji fungsi diawali dengan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh sistem komponen chamber. Guna memastikan aspek visual dan keamanan ruang bertekanan, tim penguji terlebih dahulu melakukan penggantian kaca akrilik pada bagian viewport atau jendela pengintai.

Oleh karena itu, pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan chamber aman sebelum digunakan dalam misi kemanusiaan di laut. Selain itu, tim juga mengecek sistem oksigen dan pengaman tekanan secara detail.

Dua Tahap Uji Tekan Kedalaman 20 Meter

Kemudian, protokol pengujian berlangsung secara berlapis untuk memastikan ketahanan material. Tahap pertama diawali dengan uji tekan tanpa personel di dalam chamber. Tim menggunakan simulasi tekanan pada kedalaman 20 meter selama 30 menit.

Setelah fase pertama dinyatakan aman, pengujian berlanjut ke tahap kedua. Selanjutnya, tim melaksanakan simulasi taktis dengan melibatkan 4 personel langsung di dalam chamber dengan parameter kedalaman dan durasi waktu yang sama.

Chamber Dinyatakan Laik Operasi untuk Misi SAR

Berdasarkan penilaian komprehensif, Ketua Tim Penguji Mayor Laut K dr. Dony Irawan menyatakan bahwa Chamber Hyperbarik tersebut laik operasi. Oleh karena itu, fasilitas tersebut siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung misi kemanusiaan di laut.

Meski demikian, tim memberikan rekomendasi teknis berupa pembatasan operasional demi menjaga keamanan optimal. Alat tersebut disarankan beroperasi saat kondisi ombak tenang. Selain itu, tabung oksigen saat ini diprioritaskan hanya untuk situasi darurat.

Sinergi TNI AL dan Basarnas untuk Keselamatan Penyelam

Di sisi lain, keberhasilan uji fungsi tersebut menegaskan komitmen TNI AL dalam menghadirkan keahlian medis bawah air. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjamin keselamatan maksimal pada setiap operasi SAR di tanah air.

Hal tersebut menjadi bukti nyata kehadiran TNI AL dalam rangka melaksanakan operasi militer selain perang. Selain itu, TNI AL juga bersinergi membantu Basarnas untuk melaksanakan tugas kemanusiaan. Langkah tersebut sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut selaku pimpinan tertinggi bahwa TNI AL harus selalu membantu kesulitan masyarakat di sekelilingnya.

Sumber: Pen Lanal Banjarmasin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *