Wakil Ketua DPR RI turun langsung ke lokasi, Dari Pengungsian ke Relokasi, Saan Serap Aspirasi Korban Kebakaran Ciptamulya

DPR RI29 Dilihat

SUKABUMI – Proses pemulihan pascakebakaran di Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian dari tingkat pusat. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa turun langsung ke lokasi pada Senin (10/8/2026) untuk memastikan penanganan korban dan rencana pembangunan kembali kawasan adat berjalan sesuai kebutuhan warga.

Kebakaran besar yang terjadi beberapa waktu lalu menghanguskan puluhan rumah panggung dan memaksa puluhan kepala keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka. Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait kini memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Setibanya di kawasan adat, Saan disambut Sesepuh Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik. Dalam penyambutan bernuansa adat Sunda, ia dipasangkan iket sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan dari masyarakat setempat.

Usai prosesi penyambutan, Saan mendatangi lokasi pengungsian dan berbincang langsung dengan warga terdampak. Ia mendengarkan keluhan serta kebutuhan yang masih dirasakan para penyintas, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kepastian tempat tinggal baru.

Pada kesempatan itu, bantuan perlengkapan dasar juga disalurkan kepada warga. Sejumlah kebutuhan seperti kasur, tempat penyimpanan barang, rak peralatan makan, hingga perlengkapan dapur tradisional diserahkan untuk membantu aktivitas sehari-hari para korban.

Tidak hanya meninjau pengungsian, rombongan kemudian berjalan menuju lokasi yang disiapkan untuk relokasi warga. Area tersebut berada sekitar 500 meter dari permukiman lama yang terbakar.

Dalam peninjauan itu, Saan didampingi Bupati Sukabumi Asep Japar, BPBD, TNI, dan Polri. Mereka mengecek kondisi lahan dan kesiapan lokasi agar pembangunan hunian baru dapat dilakukan secara aman dan terencana.

Saan menyebut sekitar 51 keluarga terdampak dalam musibah tersebut. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah percepatan penyediaan tempat tinggal baru karena lahan permukiman lama dinilai tidak memungkinkan untuk dibangun kembali.

“Sekarang penanganan sudah masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Yang paling mendesak tentu pembangunan rumah warga dan penyiapan relokasi agar masyarakat bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Saan kepada wartawan.

Ia menambahkan, status Ciptamulya sebagai kampung adat dan bagian dari warisan budaya membuat proses pemulihan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Menurutnya, diperlukan dukungan bersama dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.

“Kawasan adat seperti ini harus dijaga bersama. Karena itu penanganannya juga membutuhkan sinergi semua pihak, bukan hanya daerah tetapi juga pemerintah pusat,” katanya.

Sebagai pimpinan DPR RI, Saan menyatakan akan membawa aspirasi masyarakat Ciptamulya ke tingkat nasional. Ia membuka kemungkinan adanya dukungan lanjutan sesuai kebutuhan pemulihan jangka menengah dan panjang.

Saan juga menegaskan bahwa warga tidak boleh terlalu lama bertahan di pengungsian atau menumpang di rumah kerabat. Ia meminta proses relokasi dipercepat agar ketidakpastian yang dialami korban segera berakhir.

“Masih ada warga yang tinggal di pengungsian, ada yang menumpang pada keluarga dan tetangga. Kondisi seperti ini harus segera ditangani agar mereka bisa kembali hidup dengan lebih tenang,” ucapnya.

Menutup kunjungannya, Saan mengapresiasi kerja sama seluruh unsur daerah yang sejak awal terlibat dalam penanganan bencana. Ia memastikan DPR RI akan terus memantau dan mengawal proses pemulihan Kampung Adat Ciptamulya hingga kebutuhan mendasar dan program jangka panjang dapat terealisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *