Wamen Fajar: Dialog Pendidikan Jadi Kunci, Bungo Rasakan Manfaat Revitalisasi

Kabupaten Bungo, Jambi, 7 Agustus 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa dialog terbuka dengan masyarakat adalah instrumen vital untuk menguji akurasi kebijakan pendidikan di lapangan. Masukan langsung dari warga dinilai membantu pemerintah menyempurnakan program strategis agar lebih berdampak nyata bagi murid dan tenaga pendidik.

Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat menyambut komitmen tersebut dengan penuh dukungan. Ia menekankan bahwa Kabupaten Bungo telah merasakan manfaat besar dari program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. “Jujur, Bungo sangat terbantu oleh Kemendikdasmen. Tahun lalu lebih dari 100 sekolah mendapatkan bantuan revitalisasi. Kami berharap dukungan dan bimbingan pusat terus mengalir agar mutu pendidikan di Kabupaten Bungo semakin maju dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Fokus pada Guru dan Kurikulum

Kemendikdasmen memberi perhatian khusus pada kesejahteraan guru di daerah 3T melalui tunjangan khusus. Tahun ini, kuota PPG Prajabatan ditetapkan sebanyak 34.000 untuk regenerasi guru. Pemerintah juga menyiapkan kurikulum Bahasa Inggris wajib di SD mulai tahun depan, dengan relaksasi beban tatap muka menjadi 18 jam agar guru lebih mudah memenuhi syarat sertifikasi.

Infrastruktur Dasar dan Sanitasi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo Annalukita menyoroti masalah sanitasi. Dari 720 sekolah, lebih dari 80% masih kekurangan air bersih. “Kami sudah mengajukan ini dan sudah diverifikasi sekitar 50 sekolah, namun kami masih menunggu kejelasan realisasinya,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Fajar memastikan adanya bantuan tambahan untuk air bersih, sanitasi, dan pagar sekolah, dengan dukungan ABT Rp40 triliun dari Presiden Prabowo untuk mempercepat penuntasan sekolah rusak berat hingga 2028.

Inklusivitas Hafiz dan Jalur Alternatif

Isu inklusivitas bagi penghafal Al-Qur’an (hafiz) yang tidak memiliki ijazah formal juga dibahas. Fajar menawarkan solusi melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) agar kompetensi hafiz bisa dikonversi menjadi masa belajar dan diakses lewat PJJ atau Paket A, B, C.

Sinergi Pusat dan Daerah

Dialog turut menyinggung penempatan guru PPPK yang tidak sesuai bidang. Fajar menegaskan Kemendikdasmen tengah memperjuangkan revisi UU Sisdiknas agar pengelolaan guru bisa dilakukan utuh dari hulu ke hilir.

Ia menutup dengan ajakan agar masyarakat proaktif mengakses kanal resmi kementerian demi menjaga transparansi. “Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci utama menyelesaikan tantangan pendidikan, sejalan dengan mandat Presiden Prabowo untuk mendengarkan langsung denyut nadi masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bungo berkomitmen menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda pusat, memastikan setiap investasi pendidikan memberi hasil optimal bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *