Kabupaten Bungo, Jambi, 7 Agustus 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya menaikkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah di Kabupaten Bungo. Saat ini, baru sekitar 67 persen penduduk usia 16–18 tahun yang menamatkan SMA atau sederajat. “Ini menjadi tugas kita semua, terutama pemerintah daerah, untuk menaikkan APK agar putra-putri kita di Bungo bisa melanjutkan ke jenjang SMA, Madrasah Aliyah, atau sederajat,” tegasnya.
Fokus Pengentasan Anak Tidak Sekolah
Secara nasional, jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) mencapai 4 juta jiwa. Pemerintah mendorong pengentasan ATS melalui jalur formal maupun nonformal, dengan fokus pada anak yang belum pernah sekolah, tidak melanjutkan, dan putus sekolah.
Salah satu inovasi unggulan adalah Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) SMA yang 100 persen non-tatap muka, bekerja sama dengan Universitas Terbuka. “PJJ ini adalah inovasi layanan pendidikan formal untuk tingkat SMA yang 100 persen tidak pakai tatap muka. Ijazahnya sama dengan SMA pada umumnya, dan kami tegaskan alumni PJJ bisa melanjutkan ke perguruan tinggi mana pun,” jelas Fajar.
Revitalisasi dan Teknologi Pendidikan
Kabupaten Bungo menjadi penerima bantuan revitalisasi terbanyak di Jambi, dengan 63 sekolah tahun lalu dan 60 sekolah tahun ini. Pemerintah juga menyalurkan ABT Rp40 triliun dari Presiden untuk mempercepat perbaikan sekolah rusak berat hingga 2028.
Transformasi teknologi hadir lewat pembagian Interactive Flat Panel (IFP) 75 inci gratis ke sekolah-sekolah, dari PAUD hingga SMP. Kebijakan SPMB juga diterapkan untuk mengendalikan jumlah murid di sekolah negeri agar sekolah swasta tetap mendapat akses calon murid.
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)
Fajar memaparkan rencana pembangunan SNT di setiap kabupaten pada 2029. Sekolah unggulan ini akan dilengkapi pusat olahraga, asrama, dan fasilitas super lengkap sebagai motor mutu pendidikan daerah.
Kemitraan dengan Swasta
Fajar menekankan pentingnya sinergi pemerintah dengan sektor swasta. “Semangat kemitraan dan kolaborasi inilah yang sedang kami kembangkan. Pemerintah tidak boleh meminggirkan peran masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan,” ujarnya.
Harapan ke Depan
Melalui sosialisasi jalur pendidikan alternatif, pemerintah berharap APK SMA di Bungo meningkat sehingga akses menuju perguruan tinggi semakin terbuka. Seluruh program ini menjadi wujud komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan bermutu tanpa diskriminasi, sejalan dengan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.
