Matasosial.com, Sukabumi – Ancaman banjir bandang belum sepenuhnya berlalu bagi warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Setelah sebelumnya 500 rumah di wilayah atas terdampak, kini giliran satu RW di titik bawah sungai yang terancam. Sekitar 300 rumah warga berada dalam zona rawan banjir susulan.
Kepala Desa Cikahuripan, Kang Midun, menyampaikan langsung kondisi terkini saat meninjau lokasi pada Jumat (14/11/2025). “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, saat ini kami berada di titik kedua yang terancam banjir bandang. Ini adalah pemukiman warga satu RW, kurang lebih 300 rumah, yang berada di bawah sungai,” ujarnya.
Sebagai bentuk antisipasi, pemerintah desa mengambil langkah cepat dengan menurunkan alat berat ke lokasi. “Ini inisiatif dari pemerintah desa Cikahuripan untuk mengantisipasi. Supaya warga aman dan nyaman dalam beraktivitas, atau saat tidur. Kami berupaya seadanya agar ada penahan air hujan dan banjir lagi, karena cuaca saat ini ekstrem,” lanjut Kang Midun.
Ia juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintah di semua tingkatan—kabupaten, provinsi, hingga pusat—untuk turut memberikan solusi konkret. “Saya mohon kepada pemerintah, kabupaten, provinsi, dan pusat terus memberikan solusi kepada kami untuk menjaga warga yang terdampak banjir bandang,” tegasnya.
Kang Midun menekankan pentingnya dukungan untuk mencegah kekhawatiran warga terhadap potensi banjir susulan. “Mohon kepada pemerintah untuk mencarikan solusi dan memberikan apa saja yang bisa menahan kekhawatiran banjir susulan. Air dari sungai ini sangat mengancam pemukiman warga,” tuturnya.
Sebagai tambahan informasi, Kang Midun menyebut bahwa alat berat (beko) yang digunakan merupakan bantuan dari tim Pak Slamet, sementara kebutuhan solar ditanggung oleh pihak desa.
“Sekadar informasi, beko ini bantuan dari tim Pak Slamet. Untuk solarnya, tanggung jawab desa,” jelasnya.
