Matasosial.com, – Cisolok, Sukabumi – Minggu, 19 Oktober 2025 Di tengah dinamika sosial dan tantangan kehidupan masyarakat, sosok Heri Suryana, yang akrab disapa Jaro Midun, tampil sebagai pemimpin desa yang tidak hanya melayani warga, tetapi juga melayani umat. Sebagai Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jaro Midun dikenal luas karena kepeduliannya terhadap keseimbangan sosial, spiritual, dan lingkungan hidup.
Kehadirannya dalam kegiatan keagamaan, gotong royong, dan musyawarah warga menjadi bukti bahwa kepemimpinan desa bukan hanya soal administrasi, tetapi juga soal kehadiran yang menyejukkan. Ia aktif mendorong sinergi antara tokoh agama, pemuda, dan perangkat desa untuk menjaga keharmonisan wilayah.
“Melayani masyarakat itu kewajiban, melayani umat itu panggilan. Di Desa Cikahuripan, kami tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tapi juga membangun hati dan hubungan antarwarga. Harmoni itu fondasi Sukabumi Mubarokah,” ujar Jaro Midun dalam sebuah dialog warga.
Ia menekankan pentingnya nilai-nilai kehidupan sosial yang berakar pada saling menghormati, gotong royong, dan keikhlasan. Menurutnya, kehidupan beragama dan bernegara harus dijalani dengan rasa tanggung jawab dan kebersamaan.
“Dalam masyarakat yang beragam, kita harus hadir sebagai penyejuk. Pemerintahan itu bukan sekadar struktur, tapi juga rasa. Saya percaya, Sukabumi akan maju jika kita semua saling menjaga, saling mendoakan, dan saling menguatkan. Itulah Jabar Istimewa yang saya pahami,” terang Jaro Midun dengan nada teduh namun tegas.
Di bawah kepemimpinannya, Desa Cikahuripan aktif menggelar kegiatan keagamaan lintas usia, pengajian rutin, dan program sosial berbasis masjid dan majelis taklim. Ia juga mendorong pemuda desa untuk terlibat dalam kegiatan karang taruna dan komunitas lokal yang berpihak pada nilai-nilai sosial dan spiritual.
Semangat Sukabumi Mubarokah dan Jabar Istimewa bukan hanya slogan, tetapi menjadi napas dalam setiap langkah Jaro Midun. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan desa bisa menjadi cahaya bagi masyarakat, bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam membangun jiwa dan kebersamaan.






