Kabupaten Tangerang, Banten, 7 Agustus 2026 – Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) perdana Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada 10 Agustus 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan penguatan kepada para kepala sekolah dan Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP).
Penguatan ini menjadi langkah penting agar kepala sekolah dan TPP mampu membangun budaya belajar SNT sejak hari pertama, menghadirkan suasana sekolah yang aman, menyenangkan, serta mendampingi murid mengembangkan potensinya secara optimal. “Saudara-saudara adalah bagian dari sejarah baru pendidikan Indonesia. Mari kita wujudkan mimpi Indonesia Hebat melalui prestasi anak-anak bangsa. Jalankan tugas ini dengan penuh dedikasi, sukacita, dan semangat untuk terus belajar,” ujar Mendikdasmen.
Guru Harus Terus Belajar
Abdul Mu’ti menekankan bahwa keberhasilan SNT bergantung pada kualitas kepala sekolah dan pendidik. “Guru harus terus belajar. Kita mengajar agar murid belajar, dan pada saat yang sama mengajar juga merupakan proses untuk kita terus belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri,” tegasnya.
Ruang Inovasi untuk SNT
Mendikdasmen mendorong kepala sekolah dan TPP memanfaatkan ruang inovasi dalam pengembangan SNT. Praktik baik dari sekolah-sekolah unggulan di dalam maupun luar negeri dapat menjadi inspirasi, tanpa menghilangkan ruang berkreasi sesuai kebutuhan murid dan karakter sekolah.
Momentum MPLS
Hari-hari pertama murid di SNT harus menjadi pengalaman positif. Kepala sekolah dan TPP berperan mengenalkan lingkungan sekolah, menumbuhkan rasa memiliki, membangun interaksi sehat, serta menanamkan budaya disiplin, kolaborasi, dan semangat berprestasi.
Seleksi Ketat Kepala Sekolah dan TPP
Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa seleksi kepala sekolah SNT berlangsung kompetitif dengan 8 ribu peserta. TPP dipilih dari 60 ribu lulusan PPG yang memenuhi syarat. “Semoga kegiatan ini menjadikan kepala sekolah dan TPP menjadi penggerak utama pengembangan SNT. Kehadiran SNT diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan pendidikan, katalisator pemerataan mutu, serta model penerapan STEMS, Pembelajaran Mendalam, dan Digitalisasi Pembelajaran,” ujarnya.
Harapan ke Depan
Pelaksanaan MPLS pada 10 Agustus 2026 akan menjadi momentum pertama bagi kepala sekolah dan TPP menerjemahkan hasil pembekalan ke dalam kehidupan sekolah. Dengan kepemimpinan yang kuat dan pendidik yang terus belajar, SNT diharapkan tumbuh menjadi pusat mutu pendidikan yang memberi manfaat luas bagi murid dan ekosistem pendidikan di sekitarnya.
