Matasosial.com,- Pada sabtu sore menjelang Maulid Nabi, Camat Jampangkulon, Bapak Dading, melakukan kunjungan penuh makna ke kediaman Kepala Desa Ciparay, Jampangkulon. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kondisi hunian pemimpin desa yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Dalam dokumentasi video yang beredar, tampak jelas kondisi rumah Kades Ciparay yang sederhana dan penuh cerita. Langit-langit rumah terbuat dari anyaman bambu atau bilik yang sudah lapuk dan berlubang. Beberapa bagian bahkan dijepit dan dipaku dengan reng bambu agar lubang tidak semakin melebar—sebuah upaya darurat yang mencerminkan keteguhan di tengah keterbatasan.
Dinding bagian dalam rumah pun terlihat retak, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan tantangan yang dihadapi. Namun di balik keterbatasan fisik itu, rumah tersebut justru memancarkan semangat gotong royong yang luar biasa.

Masih dalam video yang sama, suasana dapur rumah Kades Ciparay tampak hidup. Warga sibuk memasak bersama, menyiapkan hidangan untuk acara Maulid Nabi yang akan digelar pada Sabtu, 28 September 2025. Aroma kebersamaan dan semangat keagamaan memenuhi ruang, menjadikan rumah yang sederhana itu sebagai pusat kehangatan dan persatuan.
Camat Dading, dalam kunjungannya, menyampaikan rasa hormat dan keprihatinan atas kondisi rumah Kades Ciparay. Ia menegaskan pentingnya perhatian terhadap para pemimpin lokal yang telah mengabdikan diri bagi masyarakat. “Rumah ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga simbol perjuangan dan pelayanan,” ujar beliau dengan nada haru.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu berdiri di atas kemewahan, melainkan pada ketulusan, kebersamaan, dan keberanian menghadapi kenyataan. Semoga semangat Maulid Nabi yang akan dirayakan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan memperjuangkan kehidupan yang lebih layak bagi semua.












