Jalan Mulus, Harapan Tumbuh: Warga Mekarwangi Ini  Bonus Produksi, Apresiasi Program Panas Bumi

Mata Sosial Indonesia

Matasosial.com, Bandung — Pemandangan tak biasa terlihat di Desa Mekarwangi, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Kepala Desa H. Endut Suratman turun langsung ke lapangan, mengoperasikan alat berat stoom walls mini demi memastikan kualitas pengerjaan hotmix jalan desa berjalan optimal. Aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan wujud komitmen terhadap pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pengerjaan jalan hotmix tersebut merupakan hasil pemanfaatan bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bandung, yang bersumber dari bonus produksi panas bumi. Desa Mekarwangi sendiri termasuk salah satu dari 12 desa penghasil panas bumi di Kecamatan Ibun, menjadikannya penerima manfaat dari kebijakan strategis Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS).

Warga menyambut baik peningkatan kualitas jalan desa yang kini lebih nyaman dilintasi, baik oleh pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki. Mereka menyaksikan langsung proses pengerjaan dan merasakan perubahan signifikan dari kondisi sebelumnya.

Endut Suratman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kang DS atas kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 80 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa yang Bersumber dari Bonus Produksi Panas Bumi.

“Ini sebagai bukti konkret kebijakan Pak Bupati Bandung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagaimana tidak, dengan adanya bantuan keuangan dari sumber bonus produksi panas bumi di Desa Mekarwangi terjadi peningkatan pembangunan fisik. Khususnya pembangunan jalan desa yang menjadi akses lalulintas masyarakat di Desa Mekarwangi,” ujar Endut.

Ia menegaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, bantuan keuangan dari bonus produksi panas bumi telah memberikan dampak nyata terhadap pembangunan fisik, baik jalan desa maupun gang. Menurutnya, kebijakan Kang DS lebih fokus pada pembangunan yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Kita bisa merasakan langsung, setelah mengelola bantuan keuangan bonus produksi panas bumi sebagai daerah penghasil panas bumi, ada peningkatan pembangunan jalan yang semakin signifikan. Mengingat bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bandung melalui kebijakan Pak Bupati Dadang Supriatna ini lebih fokus pada peningkatan pembangunan fisik yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Endut berharap program ini terus berlanjut setiap tahun, karena menurutnya hanya di masa kepemimpinan Kang DS, desa memiliki kewenangan langsung dalam mengelola dana tersebut untuk pembangunan.

“Terus terang saja, hanya pada masa kepemimpinan Pak Bupati Dadang Supriatna, bantuan keuangan bonus produksi panas bumi bisa dikelola langsung oleh desa dalam pemanfaatannya untuk peningkatan kualitas pembangunan jalan,” ujarnya.

Ia pun menutup dengan harapan besar: agar aliran anggaran ke desa-desa penghasil panas bumi dapat terus mendorong Kabupaten Bandung menjadi wilayah yang Bedas—berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan—menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *