SUKABUMI — Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155, Pemerintah Kabupaten Sukabumi secara resmi membuka Turnamen Piala Putri Nusantara II di Stadion Korpri Cisaat, Jumat, 19 September 2025. Turnamen ini menjadi momentum strategis dalam mengarusutamakan olahraga sebagai instrumen pembangunan karakter, pemberdayaan perempuan, dan penguatan kohesi sosial.
Selama tiga hari ke depan, 19–21 September 2025, lapangan hijau akan menjadi arena kompetitif bagi tim-tim sepak bola putri terbaik dari Sukabumi hingga Cianjur. Mereka tidak hanya bertanding untuk meraih trofi, tetapi juga untuk mengekspresikan potensi, solidaritas, dan semangat fair play yang menjadi fondasi pembangunan sosial berbasis olahraga.
Bupati Sukabumi: Sepak Bola Putri sebagai Arena Transformasi Sosial
Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar pertandingan, melainkan panggung strategis untuk mengakselerasi pemberdayaan perempuan dan memperkuat nilai-nilai inklusif dalam pembangunan daerah:
“Kompetisi ini bukan sekadar ajang pertandingan, namun panggung untuk memperlihatkan potensi luar biasa para atlet perempuan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan psikologi sosial yang menempatkan olahraga sebagai medium afirmasi identitas, kesetaraan hak, dan penguatan peran perempuan dalam ruang publik. Menurut Bupati, semangat olahraga di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan:
“Ini juga menunjukan semangat olahraga di Kabupaten Sukabumi terus tumbuh dan berkembang,” ucapnya.
Sportivitas dan Persatuan: Pilar Pembangunan Karakter
Dalam konteks pembangunan karakter dan tata kelola sosial, Bupati Asep Japar juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas sebagai fair play dalam kehidupan bermasyarakat:
“Kemenangan itu penting, namun yang paling utama nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan fair play,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan turnamen ini sebagai simbol perjuangan kolektif dan persatuan lintas sektor:
“Mari kita kobarkan semangat Sukabumi Ngabumi 2025 dengan langkah konkret melalui olahraga membangun karakter, persaudaraan, dan prestasi,” ajaknya.
Askab dan KONI: Sepak Bola Putri sebagai Proyeksi Prestasi Daerah
Ketua Asosiasi Sepakbola Kabupaten Sukabumi (Askab), Budi Azhar Mutawali, menyampaikan bahwa sepak bola putri kini menjadi cabang olahraga yang semakin digandrungi dan memiliki potensi besar sebagai ajang pencairan bakat:
“Tunjukanlah kemampuan individu dan kerjasama tim. Ini pun bisa menjadi ajang mencari pemain terbaik,” bebernya.
Senada dengan itu, Ketua KONI Kabupaten Sukabumi, Sirojudin, menegaskan bahwa tim sepak bola putri asal Sukabumi telah menunjukkan performa kompetitif yang unggul di tingkat provinsi:
“Ini menjadi ajang prestasi dan kemajuan untuk Kabupaten Sukabumi ke depannya,” pungkasnya.
Turnamen Piala Putri Nusantara II bukan hanya tentang strategi menyerang dan bertahan di lapangan, tetapi tentang positioning sosial, passing nilai-nilai pembangunan, dan goal bersama menuju masyarakat yang inklusif, sehat, dan berprestasi. Kabupaten Sukabumi telah melakukan kick-off yang tepat—sebuah langkah awal yang menjanjikan untuk mencetak gol-gol pembangunan di masa depan untuk Sukabumi Mubarokah.






