Matasosial.com, – Sukabumi, 21 September 2025 – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung, atau yang dikenal dengan LSM Dampal Jurig, bergerak cepat menyikapi viralnya berita mengenai kondisi sosial kemanusiaan di Kabupaten Sukabumi. Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Aziz, langsung meninjau lokasi kediaman Ibu Kartin (40-an), seorang janda sebatang kara yang mengalami kelumpuhan dan sedikit keterbelakangan mental, di wilayah Suradita, Balekambang, Ciengang, Gegerbitung, Sukabumi.
Kunjungan ini bertujuan untuk bersilaturahmi, menyerahkan paket sembako, uang santunan, serta menawarkan solusi jangka panjang bagi Ibu Kartin dan masyarakat yang terdampak pergeseran tanah di area tersebut. Wilayah ini dilaporkan masih termasuk dalam zona merah pergerakan tanah, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan warga setempat.
Irfan Aziz menjelaskan, “Kami mendapatkan informasi dan gambar dari relawan Gerbang Sedekah Bandung terkait kondisi di Suradita, Balekambang, Ciengang, Gegerbitung. Kondisi di lapangan sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius.”
LSM Dampal Jurig menyatakan keheranannya bahwa meskipun banyak organisasi kemasyarakatan (OKP), organisasi massa (Ormas), dan yayasan di Kabupaten Sukabumi menerima anggaran hibah pemerintah, aduan dan keluhan masyarakat miskin justru banyak yang ditujukan kepada mereka. Padahal, visi misi utama LSM Dampal Jurig adalah penyelamatan lingkungan hidup dan konservasi alam, dengan sumber dana hasil swadaya anggota dan pengurus.
“Aneh tapi nyata, semua curhatnya ke LSM Dampal Jurig. Padahal banyak OKP, Ormas, yayasan di Kabupaten Sukabumi ini malah banyak yang mendapatkan anggaran hibah pemerintah, tapi kenapa semua mengarahnya ke kita?” ujar Irvan Aziz.
LSM Dampal Jurig menegaskan komitmennya untuk tidak hanya “omong doang” (omdo) seperti yang mereka amati pada beberapa pihak lain. Dengan rekam jejak memberikan solusi di berbagai wilayah, LSM Dampal Jurig siap membuktikan kapasitasnya. “Percaya kepada LSM Dampal Jurig, timses ring 1 AA ini pasti memberikan solusi seperti yang sudah-sudah dilakukan di berbagai wilayah, bukan kaleng-kaleng,” tegas perwakilan LSM tersebut.
Menyikapi keluhan warga masyarakat Sukabumi yang berada di garis kemiskinan, LSM Dampal Jurig menyatakan keprihatinannya. “Subhanallah innalillahi, mudah-mudahan pada akhir tahun ini atau tahun 2026 warga bisa direlokasi serta dibangun secara bertahap sesuai janji tahun 2021 pascabencana pergerakan tanah di kawasan Suradita. Tetap saja sebagai warga Sukabumi, tergerak hati kami merasa tidak nyaman jika Sukabumi terus ‘digoreng’ oleh para netizen di negeri ini,” ujarnya.
Dalam investigasinya, LSM Dampal Jurig mengklarifikasi bahwa tidak semua berita yang beredar sepenuhnya akurat. Salah satunya adalah informasi bahwa Ibu Kartin selama ini telah mendapatkan program bantuan sosial dari pemerintah, baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten, melalui dinas kecamatan dan desa, meskipun efektivitas bantuannya perlu dievaluasi.
Gayung bersambut ketika Irvan Aziz menghubungi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Bapak Ade Suryaman, yang menyatakan bahwa kawasan tersebut telah masuk skala prioritas pembangunan relokasi rumah untuk warga terdampak, yang akan dimulai akhir tahun ini dan berlanjut bertahap pada tahun 2026.
Sebagai penutup pernyataannya, Irvan Aziz, atas nama Ketua Umum LSM Dampal Jurig, menyampaikan bahwa perjalanan selama 4 jam dari Kadudampit menuju lokasi, melewati jalan berbatu dan tanah merah, dilakukan untuk menepati janji kepada para netizen. Kunjungan ini bertujuan untuk menginvestigasi dan mengklarifikasi kebenaran, bukan pembenaran, serta memberikan bantuan paket sembako sesuai kemampuan LSM Dampal Jurig dan sedikit solusi bagi mereka, dengan harapan dapat mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarokah. Jabar istimewa.
Kubuktos Sanes Ku Waos Sareng Parantos Sanaos Alit (Terbukti bukan sekadar bicara, dan sudah ada bukti nyata meskipun kecil).
