Sukabumi – Pada tanggal 6 dan 7 Maret 2025, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda bencana banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan kerusakan parah di berbagai wilayah, termasuk Palabuhanratu. Bencana ini disebabkan oleh hujan deras yang terus-menerus mengguyur daerah tersebut, menyebabkan luapan sungai dan tanah longsor di beberapa titik.
Kronologi Kejadian
Banjir dan longsor terjadi pada malam hari tanggal 6 Maret 2025, dan berlanjut hingga pagi hari tanggal 7 Maret 2025. Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi menyebabkan banjir di 14 titik dan longsor di 4 titik lainnya. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Simpenan, Lengkong, dan Palabuhanratu.
Pada malam hari tanggal 6 Maret, hujan deras mulai mengguyur Sukabumi sekitar pukul 19:00. Dalam waktu dua jam, intensitas hujan meningkat hingga menyebabkan beberapa sungai meluap, termasuk Sungai Cimandiri. Di Kecamatan Simpenan, aliran sungai yang deras mengakibatkan longsor di Desa Cidadap, menimbulkan kerusakan parah dan memutus akses jalan menuju desa tersebut.
Kondisi semakin buruk pada dini hari tanggal 7 Maret, ketika banjir melanda RSUD Palabuhanratu, merendam permukiman warga, serta kawasan dermaga. Longsor juga terjadi di beberapa titik di Kecamatan Lengkong, mengakibatkan rumah-rumah warga tertimbun tanah.
Dampak Bencana
Bencana ini di Sukabumi ini mengakibatkan telah menewaskan 3 warga, 5 orang masih hilang, dan 328 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Korban berasal dari Kecamatan Simpenan, Lengkong, dan Palabuhanratu dan lainnya. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Selain korban jiwa, banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Kerusakan infrastruktur yang terjadi meliputi jembatan Bojongkopo di Kecamatan Simpenan yang terputus akibat longsor. Jembatan ini merupakan penghubung utama antara Palabuhanratu dan kawasan Pajampangan, sehingga kerusakan ini sangat menghambat mobilitas warga. Selain itu, berbagai fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan tempat ibadah juga mengalami kerusakan yang cukup parah.
Upaya Penanganan
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi segera bergerak untuk menanggulangi bencana ini. Tim gabungan dari TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi warga serta memperbaiki infrastruktur yang rusak. Bantuan logistik berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan juga segera disalurkan kepada warga yang terdampak.
Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat perbaikan jembatan Bojongkopo dan infrastruktur lainnya. Upaya preventif juga dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan melakukan mitigasi bencana.
Pernyataan Bupati Sukabumi
Bupati Sukabumi, Asep Japar, bergerak cepat meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana hidrometeorologi. Dalam pernyataannya, Asep Japar menyampaikan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam atas kejadian ini. Ia juga berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan fasilitas yang rusak akibat bencana.
“Salah satu yang jadi fokus penanganan adalah Jembatan Bojongkopo. Ini merupakan penghubung utama Palabuhanratu dengan kawasan Pajampangan. Sudah kami laporkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Mudah-mudahan segera ditangani karena kami tak ingin mobilitas masyarakat lumpuh,” ujar Asep Japar.
Asep Japar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari BPBD serta instansi terkait. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan langkah-langkah penanggulangan yang diperlukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” tambahnya.
Mata Sosial
Mata sosial sangat prihatin dan turut berduka atas kejadian ini. Bencana banjir dan longsor yang melanda Sukabumi dan Palabuhanratu menunjukkan pentingnya kesadaran akan perubahan iklim dan perlunya tindakan preventif untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. Semoga masyarakat yang terdampak dapat segera pulih dan bangkit kembali.
Mata Sosial juga sangat mendukung dan mengapresiasi kepemimpinan Asep Japar sebagai Bupati Sukabumi yang langsung cepat dan responsif turun langsung ke lokasi bencana. Tragedi ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan melakukan mitigasi bencana secara berkesinambungan. Mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
