Jakarta, – Ngopi bareng jadi momen penuh inspirasi, apalagi kalau ditemani dua sosok hebat seperti Iman Adinugraha, politisi Partai Demokrat dan anggota DPR RI 2024–2029, yang gigih memperjuangkan masyarakat, dan H. Mulyadi Jayabaya, mantan Bupati Lebak dua periode, yang memiliki perjalanan hidup luar biasa. Dalam unggahan di media sosialnya, Iman berbagi hangatnya kebersamaan bersama Kang Jayabaya. Dari secangkir kopi, lahir diskusi tentang perjuangan, kearifan lokal, dan harapan besar untuk masa depan, Jum’at 14 Maret 2025.
Kisah hidup Kang Jayabaya adalah cerita inspirasi yang sesungguhnya. Lahir pada 22 Maret 1957, ia memulai perjuangan dari nol, bahkan sempat menjadi penjual ikan asin. Namun, dengan semangat pantang menyerah, ia tak hanya memperjuangkan kehidupan keluarganya, tapi juga mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat. Awal karirnya dimulai sebagai kepala desa, di mana ia dikenal sebagai pemimpin yang bekerja keras dan dekat dengan warganya. Kang Jayabaya tak segan turun langsung membantu rakyatnya, dari urusan pembangunan desa hingga pemberdayaan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, desanya mengalami banyak kemajuan yang menjadi awal pembuktian kapasitasnya sebagai seorang pemimpin.
Dedikasinya yang besar membawa Kang Jayabaya ke panggung yang lebih luas. Ia kemudian menjadi Bupati Lebak selama dua periode (2003–2013), di mana ia fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Sebagai pengusaha, ia juga mendirikan beberapa perusahaan besar, Kang Jayabaya adalah sosok yang selalu dihormati sebagai figur yang berjuang untuk rakyat.
Di sisi lain, Iman Adinugraha juga menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Baru-baru ini, ia membantu Bu Tini, seorang ibu rumah tangga yang terjerat hutang, untuk bebas dari beban berat tersebut. Dalam podcast di Studio Catur, Bu Tini bercerita tentang masa sulitnya didatangi penagih hutang setiap hari dari pagi hingga malam. Berkat bantuan Iman dan kawan-kawannya, hutang itu akhirnya lunas, dan Bu Tini kini bisa memulai lembaran baru, bahkan merencanakan usaha kecil-kecilan untuk menyambut bulan puasa.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang tulus dan perhatian terhadap sesama bisa membawa dampak besar. Dari perjuangan Kang Jayabaya membangun desanya hingga kebaikan kecil Iman Adinugraha membantu Bu Tini, mereka menunjukkan bahwa harapan dan kemajuan dimulai dari niat baik dan aksi nyata. ‘Sehat terus, Kang,’ tulis Iman di unggahannya, mengapresiasi semangat tak kenal lelah dari Kang Jayabaya. Dari secangkir kopi, kita belajar banyak tentang kepemimpinan, kearifan, dan solidaritas
