Qadariyah dan Jabariyah: Menemukan Keagungan Allah dalam Kehendak dan Kekuasaan-Nya

OPINI207 Dilihat

Ditulis Oleh Ruslan Raya Mata Sosial

Palabuhanratu Maret 2025

Dalam ranah teologi Islam, Qadariyah dan Jabariyah muncul sebagai dua pandangan utama tentang kehendak manusia dan kekuasaan Allah. Kedua aliran ini menyoroti keindahan kompleksitas hubungan antara usaha hamba dan kehendak ilahi yang mutlak.

Qadariyah mengajarkan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk memilih dan bertindak. Mereka berpendapat bahwa Allah memberikan manusia akal dan kemampuan untuk berusaha, sehingga setiap tindakan manusia adalah hasil dari keputusan dan tanggung jawabnya sendiri. Ini menggambarkan pentingnya ikhtiar dan amal, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Namun, di sisi lain, Jabariyah menekankan bahwa segala sesuatu terjadi semata-mata karena kehendak Allah. Menurut pandangan ini, manusia hanyalah alat dalam skenario besar yang telah digariskan oleh Allah. Jabariyah percaya bahwa segala peristiwa dalam kehidupan, baik yang dirasakan sebagai kesuksesan maupun ujian, adalah hasil dari Kun Fayakun-nya Allah, sebuah pernyataan yang menandakan kebesaran-Nya: “Apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah!’, maka jadilah sesuatu itu” (QS. Yasin: 82).

Meski kedua aliran ini tampak bertentangan, Islam mengajarkan keseimbangan di antara keduanya. Sebagai hamba, kita diwajibkan untuk berikhtiar dan bertawakal, sambil meyakini bahwa segala hasil akhir sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Allah. Dengan pemahaman ini, seorang mukmin mampu melihat keagungan Allah dalam setiap aspek kehidupan—usaha manusia hanyalah sekeping kecil dari rencana Allah yang besar.

Pada akhirnya, keyakinan kepada Allah sebagai Sang Pengatur (Al-Mudabbir) menuntun kita untuk berserah diri kepada-Nya. Apapun yang terjadi dalam hidup, kita harus percaya bahwa semuanya telah diatur dengan sempurna oleh Allah, sesuai dengan kebijaksanaan dan kasih sayang-Nya. Dengan keyakinan penuh ini, kita melangkah maju, berjuang untuk yang terbaik, dan mengharapkan ridha-Nya di setiap langkah.

dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *