Matasosial.com, Sukabumi, 5 Oktober 2025 — Hari ini menandai momen istimewa bagi keluarga Rastya, khususnya sang anak, yang memperingati hari kelahiran ibunya, Hesti Raras Pawestri, yang lahir pada 5 Oktober 1971. Dalam sebuah pernyataan pribadi yang penuh haru dan doa, Rastya menyampaikan rasa syukur dan cinta mendalam kepada sosok ibu yang telah menjadi panutan dan sumber kekuatan dalam hidupnya.
“Ibu lahir di dunia ini, dan tak ada kata yang bisa menggambarkan betapa istimewanya beliau. Menjadi seorang ibu untuk saya adalah anugerah yang tak ternilai,” tulis Rastya dalam unggahan reflektifnya. Ia menyebut bahwa keindahan dunia yang pertama kali dikenalnya adalah sosok ibunya sendiri—seorang perempuan luar biasa yang tak tergantikan.
Dalam pernyataan tersebut, Rastya juga mengungkapkan kekagumannya terhadap perjuangan sang ibu, yang menurutnya tak bisa digambarkan hanya dengan tulisan. “Perjuangan, perih, air mata, kegagahan, kehangatan, dan kebaikannya tak bisa digambarkan dalam tulisan ini,” lanjutnya.
Rastya menyampaikan rasa terima kasih kepada Tuhan atas takdir yang mempertemukannya dengan sosok ibu seperti Hesti. Ia juga menyisipkan harapan agar sang ibu senantiasa diberi kesehatan dan kebahagiaan, serta doa agar dirinya kelak mampu menjadi ibu yang hebat seperti ibunya.
“Ibu selalu ingin membuat orang bahagia, walau dalam hatinya ia sangat rapuh. Panutan yang tiada tara. Love U Mom. Barakallah fii umrik,” tutupnya.
Pernyataan ini menjadi potret kecil dari cinta dan penghormatan seorang anak kepada ibunya, sekaligus pengingat akan peran penting seorang ibu dalam membentuk karakter dan kekuatan batin anak-anaknya. Dalam suasana yang penuh kehangatan, keluarga dan kerabat turut mendoakan agar Hesti Raras Pawestri senantiasa diberkahi dalam setiap langkah hidupnya.
