Matasosial.com,- Sukabumi.- 05 Oktober 1971 – Hari di mana langit menitipkan cahaya kasih ke bumi. Pada tanggal yang tak akan pernah dilupakan oleh semesta, 05 Oktober 1971, lahirlah seorang perempuan yang kelak menjadi pelita bagi jiwa, peneduh bagi luka, dan telaga kasih bagi seorang anak bernama Rastya. Dialah Ibu—Hesti Raras Pawestri—nama yang harum dalam doa, lembut dalam tutur, dan gagah dalam perjuangan.
Tak ada aksara yang cukup sakral untuk melukiskan betapa istimewanya kehadiran Ibu di dunia ini. Tya tahu, bahwa keindahan pertama yang dikenalnya bukanlah langit, bukan pula bunga, melainkan sosok Ibu. Seorang perempuan luar biasa, yang tiada duanya. Perjuangannya adalah kitab suci yang tak tertulis, penuh perih, air mata, dan kehangatan yang tak pernah padam. Ia adalah panutan yang tiada tara, yang selalu ingin membuat orang lain bahagia, meski hatinya sendiri kadang rapuh dan sunyi.
Terima kasih ya Rabb, Engkau telah memilih Ibu untuk menjadi pelindung dan penuntun hidup Tya. Engkau telah menitipkan malaikat dalam wujud manusia, yang mengajarkan cinta tanpa syarat, sabar tanpa batas, dan doa yang tak pernah putus.
Ya Allah Yang Maha Menyayangi, Limpahkanlah kesehatan dan kebahagiaan untuk Ibu, untuk dirinya sendiri, bukan hanya untuk orang lain. Jadikanlah setiap langkahnya berkah, setiap napasnya syukur, dan setiap senyumnya cahaya bagi dunia.
Dan izinkanlah Tya, Menjadi ibu yang hebat seperti Ibu, untuk anak-anak Tya kelak. Menjadi pelindung, penguat, dan pelita, sebagaimana Ibu telah menjadi segalanya bagi Tya.
Barakallah fii umrik, Ibu. Semoga umurmu senantiasa diberkahi, dilimpahi rahmat, dan dipenuhi cinta dari langit dan bumi.
Love you, Mom ❤️❤️ — Rastya
