JAKARTA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi Partai Gerindra Sulawesi Tenggara, La Isra. Ia menilai peringatan tahun ini mencerminkan perubahan signifikan dalam hubungan antara buruh dan pemerintah.
Menurut La Isra, perayaan May Day kali ini menunjukkan bahwa buruh tidak lagi harus berhadapan dengan aparat saat menyampaikan aspirasi dan tuntutan. Ia menegaskan bahwa kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto di tengah massa menjadi simbol keterbukaan pemerintah dalam mendengar suara pekerja.
“Ini menjadi momentum penting, di mana buruh tidak lagi berkelahi dengan aparat untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan, tetapi justru pemerintah hadir di tengah-tengah massa untuk mendengarkan langsung,” ujar La Isra.
Ia juga menyoroti bahwa ini merupakan kali kedua Presiden Prabowo hadir langsung dalam peringatan May Day bersama buruh.
Kehadiran tersebut dinilai memperkuat pesan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga ruang dialog yang sehat dan konstruktif.
Lebih lanjut, La Isra menilai bahwa pada dasarnya masyarakat, termasuk kaum buruh, menginginkan suasana yang aman dan damai dalam bekerja maupun menyampaikan aspirasi.
Oleh karena itu, ia mengapresiasi jalannya peringatan May Day yang berlangsung tertib.
“Masyarakat pada dasarnya memiliki kemauan untuk hidup aman dan damai dalam bekerja. Ini yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Ia juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang justru merasa kecewa ketika peringatan May Day berlangsung kondusif. Menurutnya, situasi yang aman dan tertib justru menjadi cerminan kedewasaan demokrasi.
La Isra berharap pola komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan buruh dapat terus dipertahankan ke depan, sehingga setiap aspirasi dapat disampaikan tanpa konflik dan berujung pada kebijakan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan pekerja.












