Sukabumi, 03 Juli 2026 – Merawat pohon durian bukan hanya soal menunggu musim panen, tetapi merupakan sebuah strategi investasi jangka panjang yang mampu mendatangkan keuntungan besar bagi petani dan masyarakat desa. Pohon durian yang dirawat dengan baik—mulai dari pemilihan bibit unggul, pemupukan teratur, pengairan yang cukup, hingga perawatan batang dan daun—akan menghasilkan buah berkualitas tinggi yang diminati pasar.
Durian dikenal sebagai raja buah tropis dengan beragam varian yang memikat, mulai dari Si Gandaraia, Si Coklat, Si Matahari, Musang King, hingga varietas lokal khas Sukabumi. Setiap jenis memiliki cita rasa, aroma, dan tekstur yang berbeda, sehingga memperluas peluang pasar baik di tingkat lokal maupun regional.
Potensi ekonomi durian sangat luar biasa. Dengan harga jual yang relatif tinggi dan permintaan yang terus meningkat, durian mampu menjadi komoditas unggulan yang mendongkrak perekonomian masyarakat. Tidak hanya sebagai buah segar, durian juga bisa diolah menjadi berbagai produk turunan seperti dodol durian, pancake durian, hingga es krim durian yang memiliki nilai tambah lebih besar.
Mang Enu, petani durian di Kecamatan Cikakak, menuturkan: “Merawat pohon durian itu butuh kesabaran, tapi hasilnya luar biasa. Durian yang berkualitas bisa jadi sumber penghasilan utama keluarga dan membawa berkah bagi desa.”
Sementara itu, Mang Emul, petani cengkeh yang juga menanam durian, menambahkan: “Durian bukan hanya buah, tapi aset ekonomi. Dengan perawatan yang baik, durian bisa jadi komoditas primadona Sukabumi Mubarokah, Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.”
Dengan semangat Sukabumi Mubarokah, masyarakat Cikakak membuktikan bahwa pohon durian yang dirawat dengan penuh ketekunan bukan hanya menghasilkan buah lezat, tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan ekonomi desa yang berkelanjutan.
